Memperjuangkan Syariah Merupakan Wujud Keimanan Kaum Muslimin

•Januari 13, 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar


Oleh DR. Ir. Abdullah Shahab, M. Sc.

1. Hampir semua muslim, baik yang terdidik secara khusus dalam bidang agama maupun tidak, tahu dan mengerti bahwa arti dari dua kalimat syahadat, “Lailaha illallahu, Muhammadarrasulullahu”, itu adalah tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah; yang belum tahu barangkali akan dengan mudah bisa diberi tahu. Namun, yang banyak orang tidak tahu atau barangkali lebih tepat kalau dikatakan tidak sadar, adalah implikasi dari arti dua kalimat syahadat ini. Kalau kita secara sadar mengatakan tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah Rasul Allah, maka itu berarti tidak ada kebenaran, kecuali kebenaran yang datangnya dari Allah, yang disampaikan kepada manusia, lewat risalah Nabi pilihan-Nya, Muhammad saw. Tidak ada sistem yang layak untuk dianut, selain sistem yang digariskan oleh Allah swt., dan sebaliknya, tidak ada suatu kebenaran yang bisa dicari dari suatu sistem yang menentang kebenaran yang datangnya dari Allah tadi.
Continue reading ‘Memperjuangkan Syariah Merupakan Wujud Keimanan Kaum Muslimin’

Dua Serigala

•November 10, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

~sebuah kisah dari tanah seberang~

Two Wolves
One evening an old Cherokee told his grandson about a battle that goes on inside all people. He said, ‘My son, the battle is between two ‘wolves’ inside us all.

One is Evil. It is anger, envy, jealousy, sorrow, regret, greed, arrogance, self-pity, guilt, resentment, inferiority, lies, false pride, superiority, and ego.

The other is Good. It is joy, peace, love, hope, serenity, humility, kindness, benevolence, empathy, generosity, truth, compassion and faith.’

The grandson thought about it for a minute and then asked his grandfather: ‘Which wolf wins?’

The old Cherokee simply replied, ‘The one you feed.’
Continue reading ‘Dua Serigala’

Kekayaan warga Indonesia meningkat

•Oktober 24, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar


Tingkat kesejahteraan warga Indonesia meningkat jika dilihat dari total kekayaan yang mencapai US$1,8 triliun atau naik sekitar $US420 miliar dalam periode Januari 2010-Juni 2011.

Hal itu terungkap dalam laporan tahunan Kekayaan Global dari lembaga keuangan Credit Suisse yang diumumkan hari ini, Rabu 19 Oktober.

Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa 28% penduduk Indonesia dari total 235 juta jiwa, masih memiliki kekayaan di bawah US$1.000 atau sekitar Rp10 juta.

Dan sebanyak 176.000 warga Indonesia masuk dalam kelompok 1% warga kaya dunia yang jumlahnya diperkirakan mencapai 29,7 juta jiwa. Kelompok yang berjumlah 1% itu menguasai 44% dari total aset global.

Adapun kekayaan global total, menurut Credit Suisse, mencapai US$ 231 triliun atau meningkat 14% dari US$203 triliun pada Januari 2010.

Berdasarkan pertumbuhan kekayaan, Indonesia berada pada peringkat 14 dengan peringat pertama Amerika, Cina, dan Jepang.

Sementara itu Lembaga Penjamin Simpanan, LPS, menyebutkan bahwa jumlah pemilik rekening bank dengan nilai Rp1 miliar lebih atau US$113.000 meningkat 19,5% pada bulan Agustus dibanding periode yang sama tahun lalu.

Menurut data dari LPS -yang dikutip harian The Jakarta Globe- terdapat 266.050 rekening dengan nilai Rp1.424,3 triliun yang disimpan di 120 lembaga keuangan pada bulan Agusyus 2011. (bbc.co.uk, 19/10/2011)

Komentar:
Bukan berita yang menggembirakan, mengingat kekayaan itu ada pada segelintir orang kaya Indonesia, sementara lebih dari 100 juta rakyat Indonesia (dengan standar Bank Dunia -2 dollar per hari ) hidup dalam kondisi miskin, hanya syariah Islam yang menjamin kebutuhan pokok tiap individu rakyat. [http://hizbut-tahrir.or.id/2011/10/21/kekayaan-warga-indonesia-meningkat/]

Tuan dan Budak

•Oktober 10, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar


Pada suatu ketika, ada seorang kaya dan sholeh membeli seorang budak. Ketika orang tersebut akan memperkerjakan budak itu, ia mengajukan beberapa pertanyaan :
Orang Sholeh : “Wahai hamba sahaya, makanan apa yang engkau inginkan?”
Budak : “Apa saja yang engkau hidangkan kepadaku.”
Orang Sholeh : “Baju apa yang akan engkau pakai?”
Budak : “Apa saja yang engkau berikan kepadaku.”
Orang Sholeh : “Dimanakah kamu ingin menetap di rumahku?”
Budak : “Dimana saja tempat yang telah engkau persiapkan untukku.”
Orang Sholeh : “Pekerjaan apa yang engkau sukai?”
Budak : “Apa saja yang engkau perintahkan kepadaku.”
Mendengar jawaban-jawaban dari sang budak tadi, orang sholeh tersebut berkata, “Alangkah bahagianya aku, seandainya sikapku kepada Allah seperti sikapmu kepadaku.”
Si budak itu terheran-heran melihat tingkah majikannya, dan bertanya, “Wahai majikan, apakah seorang budak itu mempunyai kehendak dan pilihan?”

BENTENG

•Agustus 2, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar


Suatu saat Rasulullah saw. bersabda:

“Shaum itu adalah benteng (junnah). Maka dari itu, orang yang sedang shaum hendaknya tidak berkata jorok dan tidak bertindak bodoh. Apabila ada pihak yang memeranginya atau mengejeknya maka katakanlah kepadanya, “Aku sedang berpuasa!” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Ada hal amat menarik dalam hadis ini. Shaum disebut sebagai junnah atau benteng. Junnah artinya penjaga (wiqayah) dan penutup (satrah) dari keterjerumusan seseorang ke dalam kemaksiatan yang menyebabkan pelakunya masuk neraka. Junnah juga bermakna penjaga dari neraka karena menahan syahwat (al-Jami’ ash-Shahih al-Mukhtashar, II/670).
Continue reading ‘BENTENG’

~~Sebuah artikel yang telah lama mengendap di komputer~~

•Juli 12, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar


Sobat, negeri ini sungguh penuh ironi…

Bagaimana tidak? Negeri ini dijuluki sebagai “zamrud khatulistiwa”, namun di kota sekelas Surabaya saja, ada warganya yang harus menjual ginjalnya untuk bertahan hidup. Di Riau yang kaya SDA, gizi buruk malah mewabah.

Dalam Al-Quran, umat Islam dipuji sebagai umat yang terbaik yang dilahirkan di bumi ini. Bukankah kita adalah khalifah (wakil) Allah di muka bumi ini? Tapi di negeri dengan jumlah penduduk muslimnya terbesar di dunia inilah, segala macam kerusakan terjadi. Pornografi dan korupsi menjadi juara, yang jujur justru ajur (hancur), penistaan agama merebak dan orang yang mengikat diri dengan agamanya malah disebut teroris. Pun ekspor terbesarnya justru dari mengekspor warga negaranya yang diberi embel-embel pahlawan devisa.

What a shame! Sungguh memalukan bukan?
Continue reading ‘~~Sebuah artikel yang telah lama mengendap di komputer~~’

Konferensi Rajab 1432 H : Mengokohkan Perjuangan Menegakkan Khilafah

•Juni 11, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Banjirmasin – Kalimantan Selatan- mendapat kesempatan yang istimewa. Menjadi kota pertama yang menyelenggarakan Konferensi Rajab 1432 H. Alhamdulillah telah dilaksanakan di Stadion 17 Mei pada Kamis 2 Juni 2011 dengan sukses . Kota-kota lain segera menyusul mulai dari Banda Aceh, Medan Sumatera Utara hingga hingga Jayapura. Puncaknya, diselenggarakan di Jakarta pada Rabu 29 Juni 2011, bertepatan dengan peristiwa Isra Mi’raj Rosulullah SAW.
Continue reading ‘Konferensi Rajab 1432 H : Mengokohkan Perjuangan Menegakkan Khilafah’

SERI KR32 : Penerapan Syariah di Bumi Nusantara

•Juni 11, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

[Gus Uwik]
Sejarah menunjukkan bahwa Islam memberikan pengaruh terhadap institusi politik di Nusantara. Misalnya, sebuah kesultanan Islam bernama Kesultanan Peureulak didirikan pada 1 Muharram 225H atau 12 November tahun 839M. Contoh lain adalah Kerajaan Ternate. Islam masuk ke kerajaan di kepulauan Maluku ini tahun 1440. Rajanya seorang Muslim bernama Bayang Ullah. Walaupun rajanya sudah masuk Islam, ia belum menerapkan Islam sebagai institusi politik. Kesultanan Ternate baru menjadi institusi politik Islam setelah Kerajaan Ternate menjadi Kesultanan Ternate dengan Sultan pertamanya Sultan Zainal Abidin pada tahun 1486. Kerajaan lain yang menjadi representasi Islam di Maluku adalah Tidore dan Kerajaan Bacan. Selain itu, berkat dakwah yang dilakukan Kerajaan Bacan, banyak kepala-kepala suku di Papua yang memeluk Islam. Institusi Islam lainnya di Kalimantan adalah Kesultanan Sambas, Pontianak, Banjar, Pasir, Bulungan, Tanjungpura, Mempawah, Sintang dan Kutai. Sumatera setidaknya diwakili oleh institusi Kesultanan Peureulak, Samudera Pasai, Aceh Darussalam dan Palembang. Adapun kesultanan di Jawa antara lain: Kesultanan Demak yang dilanjutkan oleh Kesultanan Jipang, lalu dilanjutkan Kesultanan Pajang, kemudian oleh Kesultanan Mataram. Cirebon dan Banten didirikan oleh Sunan Gunung Jati. Di Sulawesi, Islam diterapkan dalam institusi Kerajaan Gowa dan Tallo, Bone, Wajo, Soppeng dan Luwu. Di Nusa Tenggara penerapan Islam dilaksanakan dalam institusi Kesultanan Bima.
Continue reading ‘SERI KR32 : Penerapan Syariah di Bumi Nusantara’

SERI KR 32 : Hukum dan Peradilan Islam: Menjamin Keadilan dan Ketegasan Hukum

•Juni 11, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

[KH. M. Shiddiq Al-Jawi]
Salah satu puncak peradaban emas Khilafah adalah penerapan syariah Islam di bidang hukum dan peradilan. Keberhasilan yang gemilang di bidang ini membentang sejak sampainya Rasulullah saw. di Madinah tahun 622 M hingga tahun 1918 (1336 H) ketika Khilafah Utsmaniyah jatuh ke tangan kafir penjajah (Inggris). (Taqiyuddin an-Nabhani, Nizham al-Islam, hlm. 44).

Kunci utama keberhasilan tersebut karena hukum yang diterapkan memang hukum terbaik di segala zaman dan masa, yaitu syariah Islam, bukan hukum buatan manusia seperti dalam sistem demokrasi-sekular sekarang. Allah SWT berfirman: “Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki. (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS al-Maidah [5]: 50).
Continue reading ‘SERI KR 32 : Hukum dan Peradilan Islam: Menjamin Keadilan dan Ketegasan Hukum’

SERI KR32 : POLUGRI Khilafah: Menyebarluaskan Kebaikan dan Menyatukan Dunia

•Juni 11, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

[Budi Mulyana, S.IP., M.SI]
Akidah Islam: Asas Negara Khilafah
Politik luar negeri (Polugri) adalah mercusuar suatu negara. Peradaban emas Khilafah terpancar dan menjadi buah bibir masyarakat dunia melalui politik luar negeri yang luar biasa. Tentu politik luar negeri Khilafah tidaklah berdiri sendiri. Ia adalah bagian dari keseluruhan akidah dan syariah Islam dalam institusi Khilafah Islam.

Dalam Negara Khilafah, akidah Islam adalah asas bagi seluruh bentuk hubungan yang dijalankan oleh kaum Muslim; menjadi pandangan hidup yang khas; menjadi asas dalam menyingkirkan kelaliman dan menyelesaikan perselisihan; menjadi asas dalam kegiatan ekonomi dan perdagangan; menjadi asas bagi aktivitas dan kurikulum pendidikan; menjadi asas dalam membangun kekuatan militer; juga menjadi asas dalam politik dalam dan luar negeri.
Continue reading ‘SERI KR32 : POLUGRI Khilafah: Menyebarluaskan Kebaikan dan Menyatukan Dunia’

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.