Tuan dan Budak

Pada suatu ketika, ada seorang kaya dan sholeh membeli seorang budak. Ketika orang tersebut akan memperkerjakan budak itu, ia mengajukan beberapa pertanyaan :
Orang Sholeh : “Wahai hamba sahaya, makanan apa yang engkau inginkan?”
Budak : “Apa saja yang engkau hidangkan kepadaku.”
Orang Sholeh : “Baju apa yang akan engkau pakai?”
Budak : “Apa saja yang engkau berikan kepadaku.”
Orang Sholeh : “Dimanakah kamu ingin menetap di rumahku?”
Budak : “Dimana saja tempat yang telah engkau persiapkan untukku.”
Orang Sholeh : “Pekerjaan apa yang engkau sukai?”
Budak : “Apa saja yang engkau perintahkan kepadaku.”
Mendengar jawaban-jawaban dari sang budak tadi, orang sholeh tersebut berkata, “Alangkah bahagianya aku, seandainya sikapku kepada Allah seperti sikapmu kepadaku.”
Si budak itu terheran-heran melihat tingkah majikannya, dan bertanya, “Wahai majikan, apakah seorang budak itu mempunyai kehendak dan pilihan?”


