<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>FajarPembebasan's Blog</title>
	<atom:link href="http://fajarpembebasan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fajarpembebasan.wordpress.com</link>
	<description>Hidup Mulia atau Mati Syahid</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Jan 2012 20:19:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='fajarpembebasan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>FajarPembebasan's Blog</title>
		<link>http://fajarpembebasan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fajarpembebasan.wordpress.com/osd.xml" title="FajarPembebasan&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://fajarpembebasan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Memperjuangkan Syariah Merupakan Wujud Keimanan Kaum Muslimin</title>
		<link>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2012/01/13/memperjuangkan-syariah-merupakan-wujud-keimanan-kaum-muslimin/</link>
		<comments>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2012/01/13/memperjuangkan-syariah-merupakan-wujud-keimanan-kaum-muslimin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 20:19:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fajarpembebasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fajarpembebasan.wordpress.com/?p=378</guid>
		<description><![CDATA[Oleh DR. Ir. Abdullah Shahab, M. Sc. 1. Hampir semua muslim, baik yang terdidik secara khusus dalam bidang agama maupun tidak, tahu dan mengerti bahwa arti dari dua kalimat syahadat, “Lailaha illallahu, Muhammadarrasulullahu”, itu adalah tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah; yang belum tahu barangkali akan dengan mudah bisa diberi tahu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajarpembebasan.wordpress.com&amp;blog=5304991&amp;post=378&amp;subd=fajarpembebasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/06/5732_1152236451446_1393695895_30561701_4953055_n1.jpg"><img src="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/06/5732_1152236451446_1393695895_30561701_4953055_n1.jpg?w=497" alt="" title="5732_1152236451446_1393695895_30561701_4953055_n"   class="alignleft size-full wp-image-318" /></a><br />
Oleh DR. Ir. Abdullah Shahab, M. Sc.</p>
<p>1. Hampir semua muslim, baik yang terdidik secara khusus dalam bidang agama maupun tidak, tahu dan mengerti bahwa arti dari dua kalimat syahadat, “Lailaha illallahu, Muhammadarrasulullahu”, itu adalah tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah; yang belum tahu barangkali akan dengan mudah bisa diberi tahu. Namun, yang banyak orang tidak tahu atau barangkali lebih tepat  kalau dikatakan tidak sadar, adalah implikasi dari arti dua kalimat syahadat ini. Kalau kita secara sadar mengatakan tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah Rasul Allah, maka itu berarti tidak ada kebenaran, kecuali kebenaran yang datangnya dari Allah, yang disampaikan kepada manusia, lewat risalah Nabi pilihan-Nya, Muhammad saw. Tidak ada sistem yang layak untuk dianut, selain sistem yang digariskan oleh Allah swt., dan sebaliknya, tidak ada suatu kebenaran yang bisa dicari dari suatu sistem yang menentang kebenaran yang datangnya dari Allah tadi.<br />
<span id="more-378"></span><br />
2. Bagi seorang mukmin yang sadar benar akan arti keimanannya, syariah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aqidah atau keimanannya kepada Allah. Memperjuangkan syariah bukanlah suatu perjuangan tambahan atau suplemen dari keimanannya yang sudah diyakini, tapi merupakan “conditions sine quibus non” dari keutuhan keimanan yang sudah diyakini. Aqidah dan syariah tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain, karena yang satu tidak bisa hidup tanpa yang lain. Aqidah mengisi bagian keimanan, dan syariah merupakan manifestasi keimanan tersebut dalam kehidupan dan interaksi sehari-hari. Memperjuangkan syariah bukanlah soal yang perlu dibahas, tapi sudah secara inheren merupakan bentuk jawaban dari keimanan seseorang. Penegakan syariah sudah merupakan komitmen seseorang yang diawali pada saat pertama lidahnya, atau hatinya, mengucapkan dua kalimat syahadat.</p>
<p>3. Allah Yang Maha Kuasa, dengan rahmat-Nya, menciptakan manusia sebagai Khalifah di bumi ini. Dan agar manusia yang hidup di bumi ini bisa hidup sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Allah, dan hidup sesuai dengan fithrah kemanusiaannya; maka Allah mengutus untuk semua kaum, untuk semua umat, dengan berbagai bahasa dan budaya, para Rasul dan Nabi-Nabi untuk menunjukkan kepada mereka bagaimana meniti kehidupan yang baik dan berbahagia di dunia ini. Untuk menyampaikan risalah ini, para Rasul dan Nabi-Nabi ini berjuang dengan susah payah, seringkali bersimbah darah dan air mata, bahkan sampai mengorbankan nyawa.</p>
<p>Suatu pertanyaan esensial sekarang bisa muncul dalam pikiran kita. Dengan segala perencanaan dan kehendak Allah, dan dengan segala penderitaan dan kesengsaraan para Rasul dan para Nabi dalam menegakkan risalah-Nya, apakah mungkin, setelah semua kesulitan itu, kemudian akan dikatakan kepada umat manusia, “Sudah Kami berikan kepadamu petunjuk hidup yang paling baik untuk kebahagiaanmu hidup di dunia dan di akhirat. Dengan demikian selesailah tugas Kami, silahkan sekarang pilih jalan hidupmu sendiri, tentukan pedoman hidupmu dengan caramu sendiri, sesuai keinginanmu.” Kalau jawabannya mungkin, maka bisa kita tanyakan kembali, apa gunanya Allah “bersusah payah” dan para Rasul bersimbah darah dan air mata, kalau pada akhirnya manusia dibiarkan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Sedikit refleksi akan menyakinkan kita bahwa hal ini pasti tidak mungkin. Kalau Allah berkehendak menurunkan tuntunan hidup, dan para Rasul berupaya dengan segala kesulitannya untuk menyampaikan tuntunan itu, maka semuanya itu pasti ditujukan agar manusia berpegang teguh pada tuntunan itu dalam kehidupannya di dunia ini; penjelasan yang berbeda dengan ini akan sulit dicerna oleh pemikiran yang sehat.</p>
<p>4. Kebenaran penegakan syariah itu adalah kebenaran tautologis. Dengan kata lain, secara filosofis antara penegakan syariah dan keimanan itu adalah hal yang sama. Mengatakan bahwa seorang harus memperjuangkan syariah itu sama dengan mengatakan bahwa mengatakan bahwa seorang itu harus beriman. Kalau seseorang itu sudah beriman, maka penegakan syariah itu hanya merupakan suatu konsekuensi logis yang tidak bisa tidak.</p>
<p>Ilustrasi dalam bidang matematika mungkin bisa memperjelas hal ini. Kebenaran matematis itu berawal dari suatu kebenaran yang bersifat aksiomatis. Kalau kita mengakui kebenaran aksioma Euclides yang mengatakan, misalnya, bahwa dua buah garis sejajar tidak akan bertemu, maka kita akan dengan mudah untuk menerima –kecuali kalau logika matematika kita tidak berfungsi dengan baik– bahwa kalau ada dua buah garis yang bertemu, berarti dua buah garis ini tidak sejajar. Setiap orang yang berpemikiran sehat akan dengan mudah menerima kebenaran seperti ini; sulit membayangkan ada seseorang yang menerima aksioma tentang dua buah garis sejajar, tapi tidak mau menerima konsekuensi logis yang diturunkan dari aksioma itu.</p>
<p>Dengan memperhatikan ilustrasi ini, barangkali secara sederhana bisa dikatakan, bahwa kebenaran penegakan syariah itu tidak terlalu jauh berbeda, dalam logikanya, dengan kebenaran matematis. Kalau seseorang itu beriman, maka konsekuensi logisnya adalah memperjuangkan syariah. Kalau ada seseorang yang mengaku beriman, namun tidak berjuang untuk menegakkan syariah, maka yang perlu ditanyakan, bukan alasan kenapa tidak mau menegakkan syariah, tapi apakah keimanannya sudah mantap atau belum.</p>
<p>5. Bagi seorang yang beriman, penegakan syariah bukanlah sesuatu yang membutuhkan penjelasan rasional berkepanjangan dan berbelit-belit. Karena jangan lagi menyakini tentang kebenaran syariah dalam sistem kehidupan, menyakini sesuatu yang jauh lebih sulit, dengan mudah bisa dilakukan. Bagi seorang mukmin yang percaya kepada Allah; percaya kepada malaikat dengan dua, tiga dan empat sayap; percaya kepada Rasul dengan segala mukjizatnya; percaya kepada jin; percaya kepada setan; percaya kepada mahsyar; percaya kepada mizan; percaya kepada bidadari di surga, dan lain-lain hal yang bersifat suprarasional, maka sama sekali bukanlah sesuatu yang sulit untuk mempercayai kebenaran syariah dalam menjamin tata kehidupan yang lebih baik. Bagi seseorang yang percaya tentang adanya gerakan-gerakan elektron pada sebutir air, apa sulitnya untuk percaya pada gerakan air di sungai yang deras?</p>
<p>6. Penegakan syariah itu bukanlah sesuatu yang terkait dengan kepentingan atau kehendak yang bersifat subyektif, sebagaimana yang sering disalahtafsirkan oleh sebagian orang. Kalau seseorang ingin memperjuangkan syariah, semua keinginannya itu bukanlah karena kepentingan atau ketertarikannya. Tidak ada sama sekali unsur subyektif dalam memperjuangkan syariah. Jangankan kita yang sebagai manusia biasa ini, Rasul-pun sama sekali tidak pernah menyampaikan sesuatu berdasar keinginannya, tapi semuanya itu dilakukan, tanpa penambahan dan pengurangan, sesuai dengan keinginan Allah swt; penggunaan istilah subyektif dalam konteks seperti ini sama sekali luput. Penegakan syariah itu benar-benar transenden terhadap segala keinginan atau campur tangan atau hasrat manusia. Dalam  konteks seperti ini aneh rasanya kalau orang-orang yang memperjuangkan syariah itu kadang-kadang dituding sebagai orang-orang yang memaksakan kehendaknya. Kehendak siapa? Sama sekali tidak ada orang berkehendak disini; yang diperjuangkan semata-mata hanyalah apa yang dikehendaki oleh Allah swt. Dengan lenyapnya semua kehendak- kehendak yang bersifat pribadi dan dangkal, maka bisa dikatakan bahwa seorang mukmin yang berjuang untuk menegakkan syariah itu, pada prinsipnya adalah orang yang obyektif yang berjuang hanya berdasar pada tujuan-tujuan tertentu yang berada di luar dirinya.</p>
<p>7. Keyakinan kepada syariah untuk menjamin tata kehidupan yang baik adalah suatu keyakinan yang komperehensif. Dalam arti bahwa keyakinan pada kebenaran syariah itu adalah keyakinan yang bersifat niscaya dan cukup, atau yang sering diistilahkan dengan kondisi “necessary and sufficient”. Untuk menjamin terlaksananya tata kehidupan yang ideal, penegakan syariah adalah kondisi yang harus ada, tidak bisa tidak., dan cukup hanya dengan penegakan syariah itu, tanpa membutuhkan suplemen yang lain. Kisah tentang perintah Rasulullah saw., kepada Umar yang sedang membaca serpihan-serpihan Taurat –kitab suci yang diimani– untuk segera meletakkan bacaannya, mengisyaratkan bahwa apa yang telah dibawa oleh Rasulullah saw., itu niscaya dan cukup :  “necessary and sufficient”.</p>
<p>8. Semua aturan itu diperuntukkan untuk mengatur sesuatu; ini sudah jelas. Semua aturan itu pengaturannya harus sesuai dengan obyek yang diatur. Aturan yang digunakan untuk singa tidak bisa digunakan untuk mengatur ayam atau bebek. Semua sistem di desain sesuai dengan peruntukkannya. Dalam pandangan seorang mukmin, dengan keyakinan bahwa hidup di dunia ini adalah atas kehendak Allah, dan manusia diciptakan atas kehendak Allah, maka Allah adalah zat yang paling tahu tentang manusia ini, dan untuk itu aturan Allah adalah aturan yang paling tepat untuk manusia ini. Aneh rasanya kalau petunjuk pemakaian suatu sistem yang canggih, penyiapannya diserahkan begitu saja kepada seorang petani. Sistem hidup ini adalah suatu sistem yang selaras dengan petunjuk Al-Quran, sehingga dengan demikian sistem ini memang membutuhkan petunjuk dari Al-Quran dan bukan dari yang lain. Dengan sedikit metafora bisa dikatakan : jangan gunakan sistem biner untuk bilangan desimal.</p>
<p>9. Menarik untuk diperhatikan bagaimana sikap manusia di dunia ini terhadap gagasan penegakan syariah Allah dalam suatu sistem kehidupan. Setiap orang yang hidup di dalam masyarakat mempunyai hak dan kebebasan untuk menyakini apa saja yang ia yakini. Seorang kapitalis akan berbangga dan boleh membanggakan dan memperjuangkan kapitalismenya, dan seorang sosialis boleh berbangga dan memperjuangkan sosialismenya. Setiap orang yang menyakini kebenaran dari ideologi yang dianutnya, bebas untuk mengatakan kepada dunia disekitarnya tentang keyakinannya itu; bahkan seorang pengidap AIDS dianggap sudah mencapai aktualisasi dirinya, kalau ia tanpa ragu-ragu mengatakan kepada dunia tentang penyakit yang entah darimana itu diperolehnya.</p>
<p>Yang berbeda, dan ini sangat menarik, ketika seorang mukmin mengatakan bahwa ia yakin dengan kebenaran syariahnya sebagai pedoman kehidupan di dunia, maka tiba-tiba, secara serentak, seolah-olah mendengar aba-aba gaib, dunia disekitarnya berubah total. Wajah-wajah tegang dan garang dengan serempak bersuara lantang, berteriak menudingnya dan memberinya berbagai julukan, dari yang berbau politis sampai ke tema-tema spiritual. Gagasan yang dilontarkannya, dengan serta-merta, tanpa basa-basi dan sungkan-sungkan, ditolak dengan mutlak. Bermacam-macam arsenal alasan penolakan dikeluarkan semua; jargon-jargon yang menyangkut hak asasi manusia, kehidupan pluralistik, kehidupan inklusif, hidup berdampingan, globalisasi, kepentingan orang lain, muncul terucap dengan penuh kefasihan. Alasan penolakan ini, sayang sekali, sebelumnya tidak pernah muncul ketika orang lain melontarkan ide yang bermacam-macam, bahkan sampai ke ide yang paling anehpun. Apa sebenarnya yang terjadi disini? Kenapa semua ketakutan yang berlebihan ini? Darimana asalnya “syariah fobi” ini? Apakah ide memberi kehidupan yang layak kepada semua golongan, menjaga hak dan kewajiban semua orang, melindungi mereka-mereka yang tertindas dan teraniaya, apakah semua ini dikhawatirkan akan menghilangkan kesempatan eksploitasi yang sudah mengakar? Apakah kejujuran, ketaqwaan, keadilan yang dituntut dalam syariah itu membuat risih dan gelisah orang-orang tertentu? Wallahu’alam.</p>
<p>10.  Pada prinsipnya semua hal yang baik itu akan didukung oleh syariah dan semua hal yang jelek akan ditentang oleh syariah. Syariah itu pada tataran sosialnya merupakan sakralisasi nilai-nilai luhur yang sudah hadir secara fithrah dalam jiwa manusia, dan merupakan pedoman untuk menjauhi hal-hal yang merugikan manusia itu sendiri. Semua hal yang dikuatkan dan didukung oleh syariah akan mendatangkan kemaslahatan, dan sebaliknya, semua hal yang ditentang oleh syariah, apabila dilakukan, pasti akan mendatangkan kemudharatan. Tidak ada sesuatu yang baik kecuali syariah akan menguatkannya, dan tidak ada sesuatu yang jelek kecuali syariah akan dengan tegas memberantasnya. Kalau pernyataan seperti ini terkesan apologetik, marilah kita perhatikan fakta-fakta kehidupan nyata yang bisa kita amati di sekitar kita.</p>
<p>Ketika syariah mengatur cara hidup berumah tangga, untuk pria dan wanita, dengan suatu hubungan yang bersih dan suci, maka muncullah sebagai tandingan, ajaran kebebasan dan ajaran hidup bersama tanpa aturan. Apa kemudian yang diperoleh dari ajaran kebebasan ini? Kalau kita mau memperhatikan secara seksama, tanpa prasangka dan pemikiran apriori, kita akan lihat secara nyata, bahwa ajaran kebebasan yang jauh dari syariah ini secara nyata-nyata mengarah pada kehidupan masyarakat yang tidak bermoral, kehidupan keluarga yang hancur berantakan, anak-anak terlantar tanpa ayah dan ibu, degradasi martabat kaum wanita, penyakit yang merajalela bahkan dalam bentuk yang menyeramkan dan tidak terdahului.</p>
<p>Ketika syariah dengan tegas meminta manusia untuk menjauhi segala sesuatu yang memabukkan, maka ajaran kebebasan mengatakan bahwa, dengan moderasi, minuman-minuman yang memabukkan, bahkan obat-obat terlarang itu perlu untuk kehidupan bersosialisasi di dunia modern dan perlu untuk mengenal dunia yang lain. Apa kemudian yang diperoleh dari ajaran kebebasan yang menentang syariah ini? Konsekuensi negatif tampak jelas di depan mata; kehancuran masyarakat, kehancuran rumah tangga, berjenis-jenis penyakit yang ditimbulkan, kehancuran generasi muda, tindakan-tindakan kriminalitas yang meningkat dan masih banyak lagi dampak negatif yang perlu berlembar-lembar kertas untuk merinci satu-persatu.</p>
<p>Ketika syariah mengatakan jauhilah perjudian itu, mereka yang enggan dengan syariah mengatakan : janganlah anda itu berlebihan, judi itu dalam bentuknya yang terkendali dan moderat (seolah-olah ada judi moderat) itu perlu sebagai katarsis himpitan kehidupan modern, bahkan bisa digunakan sebagai outlet dari gejolak-gejolak negatif kejiwaan yang terhambat; judi itu bisa digunakan sebagai salah satu bentuk entertainment yang sangat dibutuhkan untuk kesehatan jiwa manusia-manusia kosmopolitan. Apa kemudian yang diperoleh dari ajaran berbasis psikologis yang menentang syariah ini? Berjuta-juta orang menderita akibat perjudian dan tidak ada seorangpun yang berbahagia dengannya; kehidupan berkeluarga hancur berantakan, manusia menjadi tidak mengenal dirinya sendiri. Berapa banyak manusia menjadi nista akibat perjudian ini? Berapa manusia yang mati sia-sia akibat perjudian ini? Berapa karir yang runtuh akibat perjudian ini? Berapa kehidupan menjadi tidak berarti akibat perjudian ini? Dunia sudah melihat dengan jelas dan tidak butuh lagi penjelasan yang berkepanjangan.</p>
<p>Dengan melihat demikian banyak fakta-fakta negatif dalam kehidupan manusia di dunia ini tanpa syariah, maka sebenarnya bukti apa lagi yang harus diberikan agar manusia bisa melihat kebenaran dari syariah ini? Sebenarnya semua orang sudah mengetahui, hanya mereka memang sengaja menutup mata dan hati dan tidak ingin untuk mengerti, serta merasa dirinya lebih pandai dari Allah yang menurunkan syariah ini.</p>
<p>Kalau kita dipaksa sekarang untuk menjawab, kalau memang syariah itu benar, apa yang menjadi bukti kebenaran syariah itu, atau dimana kah kita bisa menemukan kebenaran syariah itu? Maka jawabannya hanya cukup dengan menghadapkan wajah kita ke sisi masyarakat dan melihat kehidupan yang ada di sekitar kita. Apa yang baik yang ada di masyarakat, pasti itu sesuai dengan ajaran syariah, dan apa yang jelek yang hadir di tengah-tengah mereka, pasti secara jelas itu menentang syariah. Bagi mereka yang masih ragu silahkan untuk melihatnya kembali, dengan kacamata yang obyektif dan dengan pemikiran yang waras, dan merenungkannya kembali. Lagi dan lagi, dalam dunia yang lebih faktual, kebenaran-kebenaran ajaran syariah itu muncul dengan semakin jelas dan semakin kentara.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fajarpembebasan.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fajarpembebasan.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fajarpembebasan.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fajarpembebasan.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fajarpembebasan.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fajarpembebasan.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fajarpembebasan.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fajarpembebasan.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fajarpembebasan.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fajarpembebasan.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fajarpembebasan.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fajarpembebasan.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fajarpembebasan.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fajarpembebasan.wordpress.com/378/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajarpembebasan.wordpress.com&amp;blog=5304991&amp;post=378&amp;subd=fajarpembebasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2012/01/13/memperjuangkan-syariah-merupakan-wujud-keimanan-kaum-muslimin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1d21ba25445146cf01e80c42c16e67f8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fajarpembebasan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/06/5732_1152236451446_1393695895_30561701_4953055_n1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">5732_1152236451446_1393695895_30561701_4953055_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dua Serigala</title>
		<link>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/11/10/dua-serigala/</link>
		<comments>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/11/10/dua-serigala/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 01:24:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fajarpembebasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fajarpembebasan.wordpress.com/?p=376</guid>
		<description><![CDATA[~sebuah kisah dari tanah seberang~ Two Wolves One evening an old Cherokee told his grandson about a battle that goes on inside all people. He said, &#8216;My son, the battle is between two &#8216;wolves&#8217; inside us all. One is Evil. It is anger, envy, jealousy, sorrow, regret, greed, arrogance, self-pity, guilt, resentment, inferiority, lies, false [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajarpembebasan.wordpress.com&amp;blog=5304991&amp;post=376&amp;subd=fajarpembebasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>~sebuah kisah dari tanah seberang~</p>
<p>Two Wolves<br />
One evening an old Cherokee told his grandson about a battle that goes on inside all people. He said, &#8216;My son, the battle is between two &#8216;wolves&#8217; inside us all.</p>
<p>One is Evil. It is anger, envy, jealousy, sorrow, regret, greed, arrogance, self-pity, guilt, resentment, inferiority, lies, false pride, superiority, and ego.</p>
<p>The other is Good. It is joy, peace, love, hope, serenity, humility, kindness, benevolence, empathy, generosity, truth, compassion and faith.&#8217;</p>
<p>The grandson thought about it for a minute and then asked his grandfather: &#8216;Which wolf wins?&#8217;</p>
<p>The old Cherokee simply replied, &#8216;The one you feed.&#8217;<br />
<span id="more-376"></span></p>
<p>Kurang lebih seperti ini bahasa Indonesianya&#8230;.</p>
<p>Dua Serigala,<br />
Suatu senja seorang Indian Cherokee tua bercerita pada cucunya tentang sebuah pertempuran yang ada di dalam setiap orang. Dia berkata “Cucuku, pertempuran ini antara dua Serigala di dalam hati kita”</p>
<p>Yang Pertama, Serigala jahat<br />
Adalah Kemarahan,Iri hati, kecemburuan,kedukaan,penyesalan,keserakahan,kesombongan,mementingkan diri, kesalahan,kekesalan,rendah diri,kebohongan,keangkuhan, mengunggulkan diri, dan egois.</p>
<p>Yang Kedua, Serigala baik.<br />
Adalah sukacita, kedamaian, kasih, harapan,ketentraman,rendah hati,kebaikan,kedermawanan,pengenalan jiwa,kemurahan hati, kebenaran,belas kasih dan iman<br />
Sang cucu diam dan berpikir sejenak, kemudian dia bertanya pada Kakeknya “ Yang mana yang menang?”<br />
Kemudian Indian tua itu dengan singkat menjawab “Yang kamu beri makan”</p>
<p>Bagaimana dengan kita, yang mana yang kita beri makan?</p>
<p>http://sekedar-komentar.blogspot.com/2009/04/dua-serigala.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fajarpembebasan.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fajarpembebasan.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fajarpembebasan.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fajarpembebasan.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fajarpembebasan.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fajarpembebasan.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fajarpembebasan.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fajarpembebasan.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fajarpembebasan.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fajarpembebasan.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fajarpembebasan.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fajarpembebasan.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fajarpembebasan.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fajarpembebasan.wordpress.com/376/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajarpembebasan.wordpress.com&amp;blog=5304991&amp;post=376&amp;subd=fajarpembebasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/11/10/dua-serigala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1d21ba25445146cf01e80c42c16e67f8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fajarpembebasan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kekayaan warga Indonesia meningkat</title>
		<link>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/10/24/kekayaan-warga-indonesia-meningkat/</link>
		<comments>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/10/24/kekayaan-warga-indonesia-meningkat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2011 10:23:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fajarpembebasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fajarpembebasan.wordpress.com/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[Tingkat kesejahteraan warga Indonesia meningkat jika dilihat dari total kekayaan yang mencapai US$1,8 triliun atau naik sekitar $US420 miliar dalam periode Januari 2010-Juni 2011. Hal itu terungkap dalam laporan tahunan Kekayaan Global dari lembaga keuangan Credit Suisse yang diumumkan hari ini, Rabu 19 Oktober. Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa 28% penduduk Indonesia dari total [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajarpembebasan.wordpress.com&amp;blog=5304991&amp;post=372&amp;subd=fajarpembebasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/10/kesenjangan-kaya-miskin.jpg"><img src="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/10/kesenjangan-kaya-miskin.jpg?w=497" alt="" title="kesenjangan-kaya-miskin"   class="alignleft size-full wp-image-373" /></a><br />
Tingkat kesejahteraan warga Indonesia meningkat jika dilihat dari total kekayaan yang mencapai US$1,8 triliun atau naik sekitar $US420 miliar dalam periode Januari 2010-Juni 2011.</p>
<p>Hal itu terungkap dalam laporan tahunan Kekayaan Global dari lembaga keuangan Credit Suisse yang diumumkan hari ini, Rabu 19 Oktober.</p>
<p>Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa 28% penduduk Indonesia dari total 235 juta jiwa, masih memiliki kekayaan di bawah US$1.000 atau sekitar Rp10 juta.</p>
<p>Dan sebanyak 176.000 warga Indonesia masuk dalam kelompok 1% warga kaya dunia yang jumlahnya diperkirakan mencapai 29,7 juta jiwa. Kelompok yang berjumlah 1% itu menguasai 44% dari total aset global.</p>
<p>Adapun kekayaan global total, menurut Credit Suisse, mencapai US$ 231 triliun atau meningkat 14% dari US$203 triliun pada Januari 2010.</p>
<p>Berdasarkan pertumbuhan kekayaan, Indonesia berada pada peringkat 14 dengan peringat pertama Amerika, Cina, dan Jepang.</p>
<p>Sementara itu Lembaga Penjamin Simpanan, LPS, menyebutkan bahwa jumlah pemilik rekening bank dengan nilai Rp1 miliar lebih atau US$113.000 meningkat 19,5% pada bulan Agustus dibanding periode yang sama tahun lalu.</p>
<p>Menurut data dari LPS -yang dikutip harian The Jakarta Globe- terdapat 266.050 rekening dengan nilai Rp1.424,3 triliun yang disimpan di 120 lembaga keuangan pada bulan Agusyus 2011. (bbc.co.uk, 19/10/2011)</p>
<p>Komentar:<br />
Bukan berita yang menggembirakan, mengingat kekayaan itu ada pada segelintir orang kaya Indonesia, sementara lebih dari 100 juta rakyat Indonesia (dengan standar Bank Dunia -2 dollar per hari ) hidup dalam kondisi miskin, hanya syariah Islam yang menjamin kebutuhan pokok tiap individu rakyat. [http://hizbut-tahrir.or.id/2011/10/21/kekayaan-warga-indonesia-meningkat/]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fajarpembebasan.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fajarpembebasan.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fajarpembebasan.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fajarpembebasan.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fajarpembebasan.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fajarpembebasan.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fajarpembebasan.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fajarpembebasan.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fajarpembebasan.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fajarpembebasan.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fajarpembebasan.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fajarpembebasan.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fajarpembebasan.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fajarpembebasan.wordpress.com/372/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajarpembebasan.wordpress.com&amp;blog=5304991&amp;post=372&amp;subd=fajarpembebasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/10/24/kekayaan-warga-indonesia-meningkat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1d21ba25445146cf01e80c42c16e67f8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fajarpembebasan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/10/kesenjangan-kaya-miskin.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kesenjangan-kaya-miskin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tuan dan Budak</title>
		<link>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/10/10/tuan-dan-budak/</link>
		<comments>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/10/10/tuan-dan-budak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2011 10:43:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fajarpembebasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fajarpembebasan.wordpress.com/?p=368</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu ketika, ada seorang kaya dan sholeh membeli seorang budak. Ketika orang tersebut akan memperkerjakan budak itu, ia mengajukan beberapa pertanyaan : Orang Sholeh : “Wahai hamba sahaya, makanan apa yang engkau inginkan?” Budak : “Apa saja yang engkau hidangkan kepadaku.” Orang Sholeh : “Baju apa yang akan engkau pakai?” Budak : “Apa saja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajarpembebasan.wordpress.com&amp;blog=5304991&amp;post=368&amp;subd=fajarpembebasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/10/180100_190048457691574_100000592643235_586387_7379168_n.jpg"><img src="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/10/180100_190048457691574_100000592643235_586387_7379168_n.jpg?w=497" alt="" title="180100_190048457691574_100000592643235_586387_7379168_n"   class="alignleft size-full wp-image-369" /></a><br />
Pada suatu ketika, ada seorang kaya dan sholeh membeli seorang budak. Ketika orang tersebut akan memperkerjakan budak itu, ia mengajukan beberapa pertanyaan :<br />
Orang Sholeh : “Wahai hamba sahaya, makanan apa yang engkau inginkan?”<br />
Budak : “Apa saja yang engkau hidangkan kepadaku.”<br />
Orang Sholeh : “Baju apa yang akan engkau pakai?”<br />
Budak : “Apa saja yang engkau berikan kepadaku.”<br />
Orang Sholeh : “Dimanakah kamu ingin menetap di rumahku?”<br />
Budak : “Dimana saja tempat yang telah engkau persiapkan untukku.”<br />
Orang Sholeh : “Pekerjaan apa yang engkau sukai?”<br />
Budak : “Apa saja yang engkau perintahkan kepadaku.”<br />
Mendengar jawaban-jawaban dari sang budak tadi, orang sholeh tersebut berkata, “Alangkah bahagianya aku, seandainya sikapku kepada Allah seperti sikapmu kepadaku.”<br />
Si budak itu terheran-heran melihat tingkah majikannya, dan bertanya, “Wahai majikan, apakah seorang budak itu mempunyai kehendak dan pilihan?”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fajarpembebasan.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fajarpembebasan.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fajarpembebasan.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fajarpembebasan.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fajarpembebasan.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fajarpembebasan.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fajarpembebasan.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fajarpembebasan.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fajarpembebasan.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fajarpembebasan.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fajarpembebasan.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fajarpembebasan.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fajarpembebasan.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fajarpembebasan.wordpress.com/368/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajarpembebasan.wordpress.com&amp;blog=5304991&amp;post=368&amp;subd=fajarpembebasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/10/10/tuan-dan-budak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1d21ba25445146cf01e80c42c16e67f8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fajarpembebasan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/10/180100_190048457691574_100000592643235_586387_7379168_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">180100_190048457691574_100000592643235_586387_7379168_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BENTENG</title>
		<link>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/08/02/benteng/</link>
		<comments>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/08/02/benteng/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 08:14:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fajarpembebasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fajarpembebasan.wordpress.com/?p=366</guid>
		<description><![CDATA[Suatu saat Rasulullah saw. bersabda: &#8220;Shaum itu adalah benteng (junnah). Maka dari itu, orang yang sedang shaum hendaknya tidak berkata jorok dan tidak bertindak bodoh. Apabila ada pihak yang memeranginya atau mengejeknya maka katakanlah kepadanya, “Aku sedang berpuasa!” (HR al-Bukhari dan Muslim). Ada hal amat menarik dalam hadis ini. Shaum disebut sebagai junnah atau benteng. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajarpembebasan.wordpress.com&amp;blog=5304991&amp;post=366&amp;subd=fajarpembebasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/07/197121_1037240346136_1679321626_63953_8293105_n.jpg"><img src="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/07/197121_1037240346136_1679321626_63953_8293105_n.jpg?w=497&#038;h=371" alt="" title="197121_1037240346136_1679321626_63953_8293105_n" width="497" height="371" class="alignleft size-full wp-image-362" /></a><br />
Suatu saat Rasulullah saw. bersabda:</p>
<p>&#8220;Shaum itu adalah benteng (junnah). Maka dari itu, orang yang sedang shaum hendaknya tidak berkata jorok dan tidak bertindak bodoh. Apabila ada pihak yang memeranginya atau mengejeknya maka katakanlah kepadanya, “Aku sedang berpuasa!”  (HR al-Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Ada hal amat menarik dalam hadis ini. Shaum disebut sebagai junnah atau benteng. Junnah artinya penjaga (wiqayah) dan penutup (satrah) dari keterjerumusan seseorang ke dalam kemaksiatan yang menyebabkan pelakunya masuk neraka. Junnah juga bermakna penjaga dari neraka karena menahan syahwat (al-Jami’ ash-Shahih al-Mukhtashar, II/670).<br />
<span id="more-366"></span><br />
Hal ini menegaskan bahwa shaum (puasa) merupakan benteng yang bersifat individual. Shaum menjadi<br />
penawar terhadap nafsu dan syahwat pribadi yang berujung pada penjagaan kemaksiatan secara individual. Perkara tersebut menjadi lebih jelas ketika kita memperhatikan penuturan Abdullah bin Mas’ud. Dahulu kala, beliau berjalan bersama dengan Rasulullah saw. Pada saat berjalan bersama-sama itu, Nabi saw. bersabda:<br />
&#8220;Barangsiapa yang sudah mampu, hendaklah dia menikah karena menikah itu lebih bisa menundukkan pandangan. Barangsiapa yang tidak sanggup (menikah) maka hendaklah dia berpuasa karena puasa itu akan menjadi benteng (wija’[un]) baginya.&#8221; (HR al-Bukhari).</p>
<p>Hadis ini mengisyaratkan puasa sebagai benteng ‘nafsu dan syahwat individual’. Karenanya, dapat dipahami bahwa shaum memang merupakan benteng individual.</p>
<p>Jika shaum merupakan benteng individual maka hal-hal yang merusak masyarakat tentu tidak dapat dicegah dan dijaga semata-mata oleh shaum. Namanya juga individual hanya akan dapat menuntaskan perkara yang sifatnya juga individual. Karenanya dapat dipahami mengapa kristenisasi masih terjadi, aliran sesat terus dibiarkan, peredaran video mesum tak terbendung, harta kekayaan rakyat terus digasak pejabat dan dijual kepada asing, korupsi para pejabat tambah menggila, stigma Islam dengan terorisme tak berhenti, pemutarbalikan Islam ala liberal makin dilegalisasi, dll. Jadi, kurang relevan bila untuk melindungi umat dari semua itu sekadar mengandalkan shaum yang sifatnya individual.</p>
<p>Islam memang agama paripurna. Allah SWT bukan hanya mensyariatkan shaum sebagai benteng individual, melainkan juga mensyariatkan kepemimpinan umat (Imamah, Khilafah) sebagai benteng masyarakat secara keseluruhan.</p>
<p>Berkaitan dengan masalah ini, Junjungan kita Muhammad saw. bersabda:<br />
&#8220;Sesungguhnya imam adalah benteng (junnah); orang-orang akan berperang mengikutinya dan berlindung dengannya. Maka dari itu, jika dia memerintah dengan berlandaskan takwa kepada Allah dan keadilan, maka dia akan mendapatkan pahala. Namun, jika dia berkata sebaliknya maka dia akan menanggung dosa (HR al-Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Dari berbagai kitab hadis maupun syarahnya dapat dipahami bahwa istilah imam maksudnya sama dengan khilafah. Menurut Muhammad bin Ismail Abu Abdillah al-Bukhari, imam di sini maknanya pemerintah tertinggi yang mengurusi urusan umat. Dengan menjadi benteng, imam mencegah musuh menyakiti kaum Muslim dan mencegah masyarakat saling menyakiti satu sama lain (Al-Jami’ ash-Shahih al-Mukhtashar, III/1080).</p>
<p>Sementara itu, meminjam penjelasan Imam as-Suyuthi, imam sebagai benteng berarti imam sebagai pelindung sehingga dapat mencegah musuh menyakiti kaum Muslim dan mencegah masyarakat saling menyakiti satu sama lain; juga memelihara kekayaan Islam. Kaum Muslim bersama dengan imam tersebut memerangi kaum kafir, pembangkang dan penentang kekuasaan Islam serta semua pelaku kerusakan. Imam melindungi umat dari seluruh keburukan musuh, pelaku kerusakan dan kezaliman (Ad-Dibaj Syarh Shahih Muslim bin al-Hujaj, IV/454; Syarh an-Nawawi ‘ala Muslim, XII/230).</p>
<p>Kenyataan bahwa imam/khalifah adalah benteng kaum Muslim ini dicatat dengan baik dalam sejarah Islam. Sekadar contoh, ketika Islam diterapkan pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz (rh), pendapatan negara surplus hingga tak ada seorang pun yang berhak mendapatkan zakat. Rakyat betul-betul tersejahterakan. Dulu pernah ada tentara Romawi melecehkan perempuan dengan menarik jilbabnya, segeralah Khalifah Mu’tashim mengerahkan pasukan untuk melindungi keamanan dan kehormatan perempuan itu. Berbeda dengan itu, perempuan Islam sekarang nyawanya saja tidak dihargai. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), penjajahan AS di Afganistan telah membunuh 2 juta perempuan Muslimah, sementara sebanyak 744.000 perempuan Muslim di Irak tewas. Sebaliknya, saat Islam diterapkan, kehormatan perempuan dijaga dengan sebaik-baiknya.</p>
<p>Nyatalah, kita perlu dua benteng. Shaum sebagai benteng individual dan yang tak kalah pentingnya adalah khalifah sebagai benteng umat Islam secara keseluruhan. Karenanya, benteng individual yang diraih pada bulan Ramadhan selayaknya dijadikan modal untuk mewujudkan Kekhilafahan sebagai benteng umat Islam dalam kehidupan. Insya Allah.</p>
<p>[http://hizbut-tahrir.or.id/2010/08/31/benteng/]<br />
<a href="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2010/01/4498_1037247866324_1679321626_63971_4467332_n.jpg"><img src="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2010/01/4498_1037247866324_1679321626_63971_4467332_n.jpg?w=497" alt="" title="4498_1037247866324_1679321626_63971_4467332_n"   class="alignleft size-full wp-image-273" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fajarpembebasan.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fajarpembebasan.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fajarpembebasan.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fajarpembebasan.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fajarpembebasan.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fajarpembebasan.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fajarpembebasan.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fajarpembebasan.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fajarpembebasan.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fajarpembebasan.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fajarpembebasan.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fajarpembebasan.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fajarpembebasan.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fajarpembebasan.wordpress.com/366/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajarpembebasan.wordpress.com&amp;blog=5304991&amp;post=366&amp;subd=fajarpembebasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/08/02/benteng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1d21ba25445146cf01e80c42c16e67f8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fajarpembebasan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/07/197121_1037240346136_1679321626_63953_8293105_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">197121_1037240346136_1679321626_63953_8293105_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2010/01/4498_1037247866324_1679321626_63971_4467332_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">4498_1037247866324_1679321626_63971_4467332_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>~~Sebuah artikel yang telah lama mengendap di komputer~~</title>
		<link>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/07/12/sebuah-artikel-yang-telah-lama-mengendap-di-komputer/</link>
		<comments>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/07/12/sebuah-artikel-yang-telah-lama-mengendap-di-komputer/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jul 2011 10:20:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fajarpembebasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fajarpembebasan.wordpress.com/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[Sobat, negeri ini sungguh penuh ironi&#8230; Bagaimana tidak? Negeri ini dijuluki sebagai “zamrud khatulistiwa”, namun di kota sekelas Surabaya saja, ada warganya yang harus menjual ginjalnya untuk bertahan hidup. Di Riau yang kaya SDA, gizi buruk malah mewabah. Dalam Al-Quran, umat Islam dipuji sebagai umat yang terbaik yang dilahirkan di bumi ini. Bukankah kita adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajarpembebasan.wordpress.com&amp;blog=5304991&amp;post=361&amp;subd=fajarpembebasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/07/197121_1037240346136_1679321626_63953_8293105_n.jpg"><img src="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/07/197121_1037240346136_1679321626_63953_8293105_n.jpg?w=497&#038;h=371" alt="" title="197121_1037240346136_1679321626_63953_8293105_n" width="497" height="371" class="alignleft size-full wp-image-362" /></a><br />
Sobat, negeri ini sungguh penuh ironi&#8230;</p>
<p>Bagaimana tidak? Negeri ini dijuluki sebagai “zamrud khatulistiwa”, namun di kota sekelas Surabaya saja, ada warganya yang harus menjual ginjalnya untuk bertahan hidup. Di Riau yang kaya SDA, gizi buruk malah mewabah.</p>
<p>Dalam Al-Quran, umat Islam dipuji sebagai umat yang terbaik yang dilahirkan di bumi ini. Bukankah kita adalah khalifah (wakil) Allah di muka bumi ini? Tapi di negeri dengan jumlah penduduk muslimnya terbesar di dunia inilah, segala macam kerusakan terjadi. Pornografi dan korupsi menjadi juara, yang jujur justru ajur (hancur), penistaan agama merebak dan orang yang mengikat diri dengan agamanya malah disebut teroris. Pun ekspor terbesarnya justru dari mengekspor warga negaranya yang diberi embel-embel pahlawan devisa.</p>
<p>What a shame! Sungguh memalukan bukan?<br />
<span id="more-361"></span><br />
Dalam benak kita mungkin telah terbersit berbagai macam alasan terkait kondisi kita yang babak belur saat ini, sebuah mekanisme pembelaan ego. Apakah yang muncul adalah alasan klasik macam akhlak insaninya? Tingkat pendidikan? Ekonomi? Penguasaan teknologi? Atau mungkin yang setingkat lebih tinggi, tidak seriusnya pemerintah dalam mengurusi rakyatnya alih-alih malah mengurusi dirinya sendiri? Berjanji begitu indah pada saat kampanye. Tapi bukankah janji ada untuk (tidak <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ditepati?</p>
<p>Namun, tidakkah semua alasan itu telah terjawab oleh Negara lain. Siapa yang meragukan akhlak para mufti di Arab sana? Siapa yang memungkiri bahwa bangsa yahudi adalah umat terpandai yang pernah dilahirkan? Siapa yang tidak segan dengan kekuatan ekonomi Cina? Siapa juga yang tidak silau dengan kemajuan teknologi di barat? Siapa yang tidak puas dengan keseriusan pemerintah Singapura dalam memajukan negerinya yang bahkan lebih kecil dari Surabaya?</p>
<p>Tatapi, adakah dari Negara-negara di dunia ini yang benar-benar sukses? Timur Tengah dikenal sebagai tanah para Nabi, tapi justru kota Manama di Qatar masuk dalam daftar 10 kota paling penuh dosa di dunia ini. Bersanding dengan Pattaya, Los Angeles, dan 7 kota penuh dosa lainnya.</p>
<p>Dengan kecerdasannya, bangsa yahudi justru mendapat laknat Allah. Dengan kecerdasannya pula mereka membantai penduduk Palestina tanpa memandang Agama, status, gender, bahkan usia!</p>
<p>Gilang-gemilang pertumbuhan ekonomi ternyata tidak membuat Cina luput dari masalah kesenjangan ekonomi. Seorang ayah dengan tega memajang anaknya di pinggir jalan dengan harapan ada yang mau membeli si anak. Ada lagi seorang ibu yang merekam anaknya mandi agar anaknya segera “laku” dinikahi. Sebuah langkah putus asa yang terilhami dari “kisah kesuksesan” orang lain.</p>
<p>Begitu pula dengan barat dan teknologinya, mereka menggunakannya untuk membekingi israel dalam “aksi pembelaan”-nya terhadap mujahidin Palestina. Mereka menggunakan senjata, teknologi, dan kemajuannya untuk memuluskan rencana penjajahan mereka terhadap negara-negara yang tidak mau tunduk pada kemauan mereka.</p>
<p>Dengan keseriusannya, pemerintah Singapura pun tidak berdaya dalam meningkatkan gairah hidup warganya. Segala macam fasilitas telah dipenuhi, berbagai macam parameter kesejahteraan telah tercukupi. Namun, dengan semakin minimnya pertambahan penduduk baru, warganya malah antri menuju kehidupan selanjutnya.</p>
<p>Jadi? Mungkin kita masih memenuhi benak dengan berharap bahwa ini adalah sebuah proses. Proses panjang menuju tatanan masyarakat yang diimpi-impikan. Kalaulah benar bahwa ini adalah tahapan dari sebuah proses, nyatanya kita tengah berada dalam sebuah proses menuju keterpurukan. Lihat saja adik-adik kita yang masih ingusan itu. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Memang mereka semakin pintar saja dalam ranah psikomotor, kognitif. Afektifnya? Rasa percaya diri adik-adik kita memang luar biasa, mereka PD aja dalam melakukan kebaikan dan juga kemaksiatan.</p>
<p>Atau mungkin masih terasa mimpi bila ada Negara yang mampu tampil perfect dalam segala hal. Sebuah masyarakat yang baldatun thayyibatun wa Rabbun ghofur. Sebuah kehidupan yang individunya berakhlak mulia, generasinya menjadi mercusuar peradaban, ekonominya kokoh, teknologinya terdepan, dengan pemerintahan yang terpercaya. UTOPIS bukan? Orang boleh bilang seperti itu, tapi itu adalah realistis. Mengapa? Karena telah ada buktinya! Negara impian itu MEMANG pernah ada dan kejayaan itu bisa ditegakkan kembali.</p>
<p>“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal salih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi ini, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Dan sungguh Dia akan meneguhkan agama yang telah diridlai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar keadaan mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka akan tetap menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Ku. Dan barang siapa yang tetap kafir sesudah janji itu, maka mereka termasuk orang-orang yang fasik.” (TQS.an-Nur : 55)</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Allah telah menghamparkan bumi bagiku, maka aku melihat belahan bumi bagian timur dan bagian barat dan kekuasaan umatku akan meliputi bagian bumi yang telah dihamparkan bagiku&#8221;. (HR. Muslim).</p>
<p>Itulah janji Allah dan Rasul-Nya. Namun memang akan menjadi sebuah utopia bila kita percaya pada sebuah janji tetapi kita tidak pernah berusaha dalam mewujudkannya. Dan inilah SEBAB UTAMA yang menjadikan kita terpuruk saat ini.</p>
<p>“Dan sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (TQS. Al-A’raaf : 96)</p>
<p>“Maka datang kepadamu petunjuk dari-Ku, lalu barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan celaka. Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan-peringatan-Ku maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit, dan pada Hari Khiamat akan dikembalikan dala keadaan buta.” (TQS. Thaha : 123-124)</p>
<p>Seperti di awal tadi, negeri ini memang penuh ironi. Karena justru yang menjadi penentang dan peragu adalah umat Islam sendiri. Bila yang menyangkal dan meragukannya adalah orang-orang yang beragama lain tentu bisa dimaklumi, karena mereka memang belum beriman dan berIslam.</p>
<p>Mungkinkah kita masih seperti anak kecil yang senang dengan mainan hewan-hewanan, tapi saat dihadapkan pada hewan yang aslinya malah lari ketakutan? Atau kita masih merasa nyaman, terbuai dengan kondisi yang ada, enggan untuk terbangun dari tidur ini. Kita masih takut untuk menghadapi kenyataan dan menyakini bahwa SAATNYA KHILAFAH KEMBALI MEMIMPIN DUNIA.</p>
<p><a href="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/07/199277_1037242226183_1679321626_63961_6270852_n.jpg"><img src="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/07/199277_1037242226183_1679321626_63961_6270852_n.jpg?w=497" alt="" title="199277_1037242226183_1679321626_63961_6270852_n"   class="alignleft size-full wp-image-363" /></a><br />
ditulis untuk tugas halqah waktu SMA dulu&#8230;<br />
jadi teringat masa-masa itu&#8230; T__T</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fajarpembebasan.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fajarpembebasan.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fajarpembebasan.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fajarpembebasan.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fajarpembebasan.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fajarpembebasan.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fajarpembebasan.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fajarpembebasan.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fajarpembebasan.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fajarpembebasan.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fajarpembebasan.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fajarpembebasan.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fajarpembebasan.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fajarpembebasan.wordpress.com/361/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajarpembebasan.wordpress.com&amp;blog=5304991&amp;post=361&amp;subd=fajarpembebasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/07/12/sebuah-artikel-yang-telah-lama-mengendap-di-komputer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1d21ba25445146cf01e80c42c16e67f8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fajarpembebasan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/07/197121_1037240346136_1679321626_63953_8293105_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">197121_1037240346136_1679321626_63953_8293105_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/07/199277_1037242226183_1679321626_63961_6270852_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">199277_1037242226183_1679321626_63961_6270852_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konferensi Rajab 1432 H : Mengokohkan Perjuangan Menegakkan Khilafah</title>
		<link>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/06/11/konferensi-rajab-1432-h-mengokohkan-perjuangan-menegakkan-khilafah/</link>
		<comments>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/06/11/konferensi-rajab-1432-h-mengokohkan-perjuangan-menegakkan-khilafah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jun 2011 19:08:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fajarpembebasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fajarpembebasan.wordpress.com/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[Banjirmasin &#8211; Kalimantan Selatan- mendapat kesempatan yang istimewa. Menjadi kota pertama yang menyelenggarakan Konferensi Rajab 1432 H. Alhamdulillah telah dilaksanakan di Stadion 17 Mei pada Kamis 2 Juni 2011 dengan sukses . Kota-kota lain segera menyusul mulai dari Banda Aceh, Medan Sumatera Utara hingga hingga Jayapura. Puncaknya, diselenggarakan di Jakarta pada Rabu 29 Juni 2011, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajarpembebasan.wordpress.com&amp;blog=5304991&amp;post=357&amp;subd=fajarpembebasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/06/248701_1621431350546_1679321626_1089537_4493906_n2.jpg"><img src="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/06/248701_1621431350546_1679321626_1089537_4493906_n2.jpg?w=497&#038;h=493" alt="" title="248701_1621431350546_1679321626_1089537_4493906_n" width="497" height="493" class="alignleft size-full wp-image-330" /></a></p>
<p>Banjirmasin &#8211; Kalimantan Selatan- mendapat kesempatan yang istimewa. Menjadi kota pertama yang menyelenggarakan Konferensi Rajab 1432 H. Alhamdulillah telah dilaksanakan di Stadion 17 Mei pada Kamis 2 Juni 2011 dengan sukses . Kota-kota lain segera menyusul mulai dari Banda Aceh, Medan Sumatera Utara hingga hingga Jayapura. Puncaknya, diselenggarakan di Jakarta pada Rabu 29 Juni 2011, bertepatan dengan peristiwa Isra Mi’raj Rosulullah SAW.<br />
<span id="more-357"></span><br />
Perlu dicatat, penerapan Syariah Islam bukanlah hal yang baru di Kalimantan. Di pulau ini pernah berdiri Kesultanan Banjar. Saat itu, Islam dipeluk oleh segenap rakyat yang berada di Kesultanan Banjar. Islam juga menjadi satu-satunya sumber hukum di seluruh wilayah Kesultanan Banjar Peninggalan dari masa pemerintahan Sultan Adam al Wasik Billah berupa undang-undang yang bersumber dari ajaran Islam hingga kini masih dikenal dengan UU Sultan Adam.</p>
<p>Konferensi Rajab 1432 kali ini mengambil tema hidup sejahtera di bawah naungan Khilafah. Bahwa Khilafah menjamin kesejahteraan manusia bukanlah perkara yang utopis atau mimpi. Secara historis, sistem Khilafah telah membuktikan hal ini selama lebih kurang 13 Abad . Hal ini dipotret secara obyektif oleh sejahrawan terkemuka Will Durant. Dia menulis : “Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan usaha keras mereka. Para Khalifah itu pun telah menyediakan berbagai peluang bagi siapapun yang memerlukannya dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam keluasan wilayah yang belum pernah tercatat lagi fenomena seperti itu setelah masa mereka. Kegigihan dan kerja keras mereka menjadikan pendidikan menyebar luas sehingga berbagai ilmu, sastra, falsafah dan seni mengalami kejayaan luar biasa.” (Will Durant – The Story of Civilization).</p>
<p>Terkait kesejahteraan di bidang ekonomi pada masa Khilafah, misalnya, Will Durant antara lain menulis, “Pada masa pemerintahan Abdurrahman III diperoleh pendapatan sebesar 12.045.000 dinar emas. Diduga kuat bahwa jumlah tersebut melebihi pendapatan pemerintahan negeri-negeri Masehi Latin jika digabungkan. Sumber pendapatan yang besar tersebut bukan berasal dari pajak yang tinggi, melainkan salah satu pengaruh dari pemerintahan yang baik serta kemajuan pertanian, industri, dan pesatnya aktivitas perdagangan.” (Will Durant – The Story of Civilization).</p>
<p>Lalu terkait dengan kesejahteraan di bidang pelayanan kesehatan masyarakat pada masa Khilafah, ia antara lain menulis, “Islam telah menjamin seluruh dunia dalam menyiapkan berbagai rumah sakit yang layak sekaligus memenuhi keperluannya. Contohnya adalah al-Bimarustan yang dibangun oleh Nuruddin di Damaskus tahun 1160, telah bertahan selama tiga abad dalam merawat orang-orang sakit tanpa bayaran dan menyediakan obat-obatan gratis. Para sejarahwan berkata bahwa cahayanya tetap bersinar tidak pernah padam selama 267 tahun.” (Will Durant – The Story of Civilization). </p>
<p>Namun perlu kita tegaskan sekali lagi, faktor utama yang melandasi perjuangan penegakan Khilafah adalah aqidah Islam. Kewajiban penerapan syariah Islam merupakan konsekuensi keimanan kita kepada Allah SWT. Sementara itu, adalah mustahil seluruh syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan kita bisa diterapkan, tanpa adanya Khilafah. Khilafah merupakan sebuah negara yang memiliki otoritas politik untuk menerapkan seluruh syariah Islam. </p>
<p>Kewajiban penegakan Khilafah ini ditegaskan oleh seluruh Imam Madzhab. Al-imam Al-Qurthubi ketika menafsirkan surat Al Baqoroh ayat 30, (inni jaa’ilun fil ardhi kholifatan) menerangkan : “…ayat ini dalil paling asal dalam persoalan pengangkatan imam dan khalifah yang wajib didengar dan dita’ati, untuk menyatukan pendapat serta melaksanakan hukum-hukum khalifah. Tidak ada perbadaan tentang wajibnya hal tersebut diantara umat, tidak pula diantara para imam kecuali apa yang diriwayatkan dari Al-A’sham” [Al Imam Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakar bin Farah Al Qurthubi, Al Jaami' li Ahkamil Qur'an, juz 1 hal 264-265].</p>
<p>Konferensi Rajab 1432 H yang akan diselenggarakan Hizbut Tahrir Indonesia di berbagai tempat di Indonesia ini, tidak lain bertujuan untuk mengokohkan kembali perjuangan penegakan syariah dan Khilafah. Dengan konferensi ini kita harap kesadaran tentang kewajiban penegakan Khilafah semakin menguat dan meluas. Termasuk berharap semakin banyak umat Islam Indonesia yang mengambil bagian langsung dari kewajiban ini dengan bergabungan bersama Hizbut Tahrir . </p>
<p>Sebab, bergabung dengan jama’ah dakwah atau kutlah siyasi (kelompok politik) yang memperjuangkan tegakknya Khilafah adalah fardhu (wajib). Dengan demikian kita tidak lagi berhenti pada pertanyaan apa dalilnya khilafah. Atau berulang kali bertanya kapan khilafah tegak. Yang terpenting sekarang ini adalah bertanya pada diri kita sendiri, apa yang sudah kita lakukan demi tegaknya Khilafah Islam. Pertanyaan positif inilah -yang kemudian dijawab dengan tindakan nyata memperjuangkannya- akan mempercepat tegaknya Khilafah.<br />
[Farid Wadjdi]</p>
<p>Sudah saatnya menyatukan hati, pikiran, dan langkah untuk mengganti sistem yang ada dan mewujudkan kehidupan yang lebih baik dan diridhai Allah swt. Itulah kehidupan dalam naungan khilafah Islam!<br />
Ikuti rangkaian kegiatan kami di berbagai kota besar di Indonesia :<br />
Forum Dialog Terbuka, Forum Ulama, Forum Pengusaha, Forum Intelektual, Forum Mahasiswa, Training, Workshop, Kajian dan Diskusi, video dan radio streaming, dll<br />
DIALOG ONLINE<br />
Facebook:Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah<br />
Twitter: @ismailyusanto<br />
website: www.hizbut-tahrir.or.id</p>
<p>Jadwal BALI &amp; JAWA TIMUR<br />
GOR Delta SIDOARJO Ahad, 26 Juni 2011<br />
Rif’an : 03181455255</p>
<p><a href="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/06/247995_1682048584268_1629205044_1259005_3614542_n.jpg"><img src="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/06/247995_1682048584268_1629205044_1259005_3614542_n.jpg?w=497&#038;h=294" alt="" title="247995_1682048584268_1629205044_1259005_3614542_n" width="497" height="294" class="alignleft size-full wp-image-358" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fajarpembebasan.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fajarpembebasan.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fajarpembebasan.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fajarpembebasan.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fajarpembebasan.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fajarpembebasan.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fajarpembebasan.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fajarpembebasan.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fajarpembebasan.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fajarpembebasan.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fajarpembebasan.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fajarpembebasan.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fajarpembebasan.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fajarpembebasan.wordpress.com/357/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajarpembebasan.wordpress.com&amp;blog=5304991&amp;post=357&amp;subd=fajarpembebasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/06/11/konferensi-rajab-1432-h-mengokohkan-perjuangan-menegakkan-khilafah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1d21ba25445146cf01e80c42c16e67f8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fajarpembebasan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/06/248701_1621431350546_1679321626_1089537_4493906_n2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">248701_1621431350546_1679321626_1089537_4493906_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/06/247995_1682048584268_1629205044_1259005_3614542_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">247995_1682048584268_1629205044_1259005_3614542_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SERI KR32 : Penerapan Syariah di Bumi Nusantara</title>
		<link>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/06/11/seri-kr32-penerapan-syariah-di-bumi-nusantara/</link>
		<comments>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/06/11/seri-kr32-penerapan-syariah-di-bumi-nusantara/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jun 2011 19:02:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fajarpembebasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fajarpembebasan.wordpress.com/?p=355</guid>
		<description><![CDATA[[Gus Uwik] Sejarah menunjukkan bahwa Islam memberikan pengaruh terhadap institusi politik di Nusantara. Misalnya, sebuah kesultanan Islam bernama Kesultanan Peureulak didirikan pada 1 Muharram 225H atau 12 November tahun 839M. Contoh lain adalah Kerajaan Ternate. Islam masuk ke kerajaan di kepulauan Maluku ini tahun 1440. Rajanya seorang Muslim bernama Bayang Ullah. Walaupun rajanya sudah masuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajarpembebasan.wordpress.com&amp;blog=5304991&amp;post=355&amp;subd=fajarpembebasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/06/248701_1621431350546_1679321626_1089537_4493906_n2.jpg"><img src="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/06/248701_1621431350546_1679321626_1089537_4493906_n2.jpg?w=497&#038;h=493" alt="" title="248701_1621431350546_1679321626_1089537_4493906_n" width="497" height="493" class="alignleft size-full wp-image-330" /></a></p>
<p>[Gus Uwik]<br />
Sejarah menunjukkan bahwa Islam memberikan pengaruh terhadap institusi politik di Nusantara. Misalnya, sebuah kesultanan Islam bernama Kesultanan Peureulak didirikan pada 1 Muharram 225H atau 12 November tahun 839M. Contoh lain adalah Kerajaan Ternate. Islam masuk ke kerajaan di kepulauan Maluku ini tahun 1440. Rajanya seorang Muslim bernama Bayang Ullah. Walaupun rajanya sudah masuk Islam, ia belum menerapkan Islam sebagai institusi politik. Kesultanan Ternate baru menjadi institusi politik Islam setelah Kerajaan Ternate menjadi Kesultanan Ternate dengan Sultan pertamanya Sultan Zainal Abidin pada tahun 1486. Kerajaan lain yang menjadi representasi Islam di Maluku adalah Tidore dan Kerajaan Bacan. Selain itu, berkat dakwah yang dilakukan Kerajaan Bacan, banyak kepala-kepala suku di Papua yang memeluk Islam. Institusi Islam lainnya di Kalimantan adalah Kesultanan Sambas, Pontianak, Banjar, Pasir, Bulungan, Tanjungpura, Mempawah, Sintang dan Kutai. Sumatera setidaknya diwakili oleh institusi Kesultanan Peureulak, Samudera Pasai, Aceh Darussalam dan Palembang. Adapun kesultanan di Jawa antara lain: Kesultanan Demak yang dilanjutkan oleh Kesultanan Jipang, lalu dilanjutkan Kesultanan Pajang, kemudian oleh Kesultanan Mataram. Cirebon dan Banten didirikan oleh Sunan Gunung Jati. Di Sulawesi, Islam diterapkan dalam institusi Kerajaan Gowa dan Tallo, Bone, Wajo, Soppeng dan Luwu. Di Nusa Tenggara penerapan Islam dilaksanakan dalam institusi Kesultanan Bima.<br />
<span id="more-355"></span><br />
Setelah Islam berkembang dan menjelma menjadi sebuah institusi maka hukum-hukum Islam diterapkan secara menyeluruh dan sistemik. Hal ini tampak dalam bidang peradilan dengan penerapan hukum Islam sebagai hukum negara yang menggantikan hukum adat yang telah dilaksanakan di Aceh (Samudera Pasai) pada abad 17. AC Milner mengatakan bahwa Aceh dan Banten adalah Kerajaan Islam di Nusantara yang paling ketat melaksanakan hukum Islam sebagai hukum negara. Hukuman terhadap pencuri dengan memotong tangan kanan, kaki kiri, tangan kiri dan seterusnya berturut-turut bagi pencurian senilai 1 gram emas telah dilakukan di Banten pada tahun 1651-1680 M di bawah Sultan Ageng Tirtayasa. Sejarah Banten menyebut syaikh tertinggi dengan sebutan kiai ali atau ki ali yang kemudian disebut dengan kali (qadhi yang dijawakan). Orang yang memegang jabatan ini sekitar tahun 1650 diberi gelar Fakih Najmuddin. Gelar inilah yang dikenal selama dua abad selanjutnya. Qadhi pada permulaan dijabat oleh seorang ulama dari Makkah, tetapi belakangan setelah tahun 1651 qadhi yang diangkat berasal dari keturunan bangsawan Banten. Qadhi di Banten mempunyai peranan yang besar dalam bidang politik, misalnya, penentuan pengganti Maulana Yusuf.</p>
<p>Demikian pula, Sultan Iskandar Muda menerapkan hukum rajam terhadap putranya sendiri yang bernama Meurah Pupok yang berzina dengan istri seorang perwira. Sultan berkata, “Mati anak ada makamnya, mati hukum kemana hendak dicari.” Kerajaan Aceh Darussalam mempunyai UUD Islam bernama Kitab Adat Mahkota Alam. Sultan Alaudin dan Iskandar Muda memerintahkan pelaksanaan kewajiban shalat lima waktu dalam sehari semalam dan ibadah puasa secara ketat. Hukuman dijalankan terhadap mereka yang melanggar ketentuan.</p>
<p>Kesultanan Demak sebagai kesultanan Islam pertama di Jawa sudah ada jabatan qadhi di Kesultanan yang dijabat oleh Sunan Kalijaga. De Graff dan Th Pigeaud juga mengakui adanya jabatan tersebut dengan Sunan Kalijaga sebagai pejabatnya. Di Kerajaan Mataram pertama kali dilakukan perubahan tata hukum di bawah pengaruh hukum Islam oleh Sultan Agung. Dialah yang mengubah peradilan pradata (Hindu) menjadi peradilan surambi karena peradilan ini bertempat di serambi masjid agung. Perkara kejahatan yang menjadi urusan peradilan ini dihukumi menurut Kitab Kisas yaitu kitab undang-undang hukum Islam pada masa Sultan Agung. Penghulu pada masa Sultan Agung itu mempunyai tugas sebagai mufti, yaitu penasihat hukum Islam dalam sidang-sidang pengadilan negeri, sebagai qadhi atau hakim, sebagai imam masjid raya, sebagai wali hakim dan sebagai amil zakat.</p>
<p>Dalam bidang ekonomi Sultan Iskandar Muda mengeluarkan kebijakan pengharaman riba. Menurut Alfian, deureuham adalah mata uang Aceh pertama. Istilah deureuham dari bahasa Arab dirham. Beratnya 0,57gram kadar 18 karat diameter 1 cm, berhuruf Arab di kedua sisinya. Selain itu di Kesultanan Samudera Pasai pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Malik az-Zahir (1297/1326) telah dikeluarkan mata uang emas yang ditilik dari bentuk dan isinya menunjukkan hasil teknologi dan kebudayaan yang tinggi. Secara umum di wilayah-wilayah Kesultanan Nusantara juga berlaku sistem kelembagaan kemitraan dagang (syarikah mufawadhah) dan sistem commenda atau kepemilikan modal (Arab: qirad, mudharabah, mugharadhah). Berbagai hukum tersebut adalah bagian hukum perekonomian Islam. Inilah yang menunjukkan penerapan sistem ekonomi Islam pada masa kesultanan-kesultanan di Nusantara.</p>
<p>Dalam bidang hubungan luar negeri, TW Arnold menyebutkan bahwa Sultan Samudera Pasai III, Sultan Ahmad Bahian Syah Malik az-Zahir cucu dari Malikus Saleh menyatakan perang terhadap kerajaan-kerajaan tetangga yang non-Muslim agar mereka tunduk dan diharuskan membayar jizyah atau pajak pada Kerajaan.</p>
<p>Dalam bidang keluarga dan sosial kemasyarakatan, Hikayat Raja-Raja Pasai menceritakan bahwa Malikus Saleh melaksanakan perintah yang dianjurkan ajaran Islam seperti merayakan kelahiran anaknya dengan melakukan aqiqah dan bersedekah kepada fakir miskin, mengkhitankan anaknya serta melakukan tatacara penguburan mayat mulai memandikan, mengkafani, sampai menguburkannya. Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari menulis buku Kitabun-Nikah yang khusus menguraikan tentang fikih muamalah dalam bidang hukum perkawinan berdasarkan fikih mazhab Syafii. Kitab ini telah dicetak di Turki. Uraian singkat kitab ini dijadikan pegangan dalam bidang perkawinan untuk seluruh wilayah Kerajaan.</p>
<p>Sudah saatnya menyatukan hati, pikiran, dan langkah untuk mengganti sistem yang ada dan mewujudkan kehidupan yang lebih baik dan diridhai Allah swt. Itulah kehidupan dalam naungan khilafah Islam!<br />
Ikuti rangkaian kegiatan kami di berbagai kota besar di Indonesia :<br />
Forum Dialog Terbuka, Forum Ulama, Forum Pengusaha, Forum Intelektual, Forum Mahasiswa, Training, Workshop, Kajian dan Diskusi, video dan radio streaming, dll<br />
DIALOG ONLINE<br />
Facebook:Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah<br />
Twitter: @ismailyusanto<br />
website: www.hizbut-tahrir.or.id</p>
<p>Jadwal BALI &amp; JAWA TIMUR<br />
GOR Delta SIDOARJO Ahad, 26 Juni 2011<br />
Rif’an : 03181455255</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fajarpembebasan.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fajarpembebasan.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fajarpembebasan.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fajarpembebasan.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fajarpembebasan.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fajarpembebasan.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fajarpembebasan.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fajarpembebasan.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fajarpembebasan.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fajarpembebasan.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fajarpembebasan.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fajarpembebasan.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fajarpembebasan.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fajarpembebasan.wordpress.com/355/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajarpembebasan.wordpress.com&amp;blog=5304991&amp;post=355&amp;subd=fajarpembebasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/06/11/seri-kr32-penerapan-syariah-di-bumi-nusantara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1d21ba25445146cf01e80c42c16e67f8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fajarpembebasan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/06/248701_1621431350546_1679321626_1089537_4493906_n2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">248701_1621431350546_1679321626_1089537_4493906_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SERI KR 32 : Hukum dan Peradilan Islam: Menjamin Keadilan dan Ketegasan Hukum</title>
		<link>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/06/11/seri-kr-32-hukum-dan-peradilan-islam-menjamin-keadilan-dan-ketegasan-hukum/</link>
		<comments>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/06/11/seri-kr-32-hukum-dan-peradilan-islam-menjamin-keadilan-dan-ketegasan-hukum/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jun 2011 18:59:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fajarpembebasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fajarpembebasan.wordpress.com/?p=353</guid>
		<description><![CDATA[[KH. M. Shiddiq Al-Jawi] Salah satu puncak peradaban emas Khilafah adalah penerapan syariah Islam di bidang hukum dan peradilan. Keberhasilan yang gemilang di bidang ini membentang sejak sampainya Rasulullah saw. di Madinah tahun 622 M hingga tahun 1918 (1336 H) ketika Khilafah Utsmaniyah jatuh ke tangan kafir penjajah (Inggris). (Taqiyuddin an-Nabhani, Nizham al-Islam, hlm. 44). [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajarpembebasan.wordpress.com&amp;blog=5304991&amp;post=353&amp;subd=fajarpembebasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/06/248701_1621431350546_1679321626_1089537_4493906_n2.jpg"><img src="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/06/248701_1621431350546_1679321626_1089537_4493906_n2.jpg?w=497&#038;h=493" alt="" title="248701_1621431350546_1679321626_1089537_4493906_n" width="497" height="493" class="alignleft size-full wp-image-330" /></a></p>
<p>[KH. M. Shiddiq Al-Jawi]<br />
Salah satu puncak peradaban emas Khilafah adalah penerapan syariah Islam di bidang hukum dan peradilan. Keberhasilan yang gemilang di bidang ini membentang sejak sampainya Rasulullah saw. di Madinah tahun 622 M hingga tahun 1918 (1336 H) ketika Khilafah Utsmaniyah jatuh ke tangan kafir penjajah (Inggris). (Taqiyuddin an-Nabhani, Nizham al-Islam, hlm. 44).</p>
<p>Kunci utama keberhasilan tersebut karena hukum yang diterapkan memang hukum terbaik di segala zaman dan masa, yaitu syariah Islam, bukan hukum buatan manusia seperti dalam sistem demokrasi-sekular sekarang. Allah SWT berfirman: “Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki. (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS al-Maidah [5]: 50).<br />
<span id="more-353"></span><br />
Dalam kitab At-Tafsir al-Munir Syaikh Wahbah az-Zuhaili menerangkan bahwa ayat ini berarti tak ada seorang pun yang lebih adil daripada Allah dan tak ada satu hukum pun yang lebih baik daripada hukum-Nya (Wahbah Az-Zuhaili, At-Tafsir al-Munir, VI/224).<br />
Dalam hukum Islam itulah akan didapati suatu cita-cita tertinggi manusia dalam bidang hukum di segala peradaban, yaitu keadilan. Keadilan merupakan sifat yang melekat pada Islam itu sendiri dan tak terpisahkan dari Islam. Allah SWT berfirman: “Telah sempurnalah Kalimat Tuhanmu (al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil.” (QS al-An’am [6]: 115).</p>
<p>Islam sendiri juga memerintahkan manusia untuk bersikap adil dalam menerapkan hukum-hukum Allah, sebagaimana firman-Nya: “Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kalian untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia supaya kalian menetapkan dengan adil.” (QS an-Nisa’ [4]: 58)</p>
<p>Ayat ini turun berkaitan dengan kisah Sayidina Ali bin Abi Thalib ra. pada saat Fathu Makkah. Beliau merampas kunci-kunci Ka’bah dari tangan Utsman bin Thalhah, sang penjaga Ka’bah. Rasulullah saw. ternyata marah dan memerintahkan Sayidina Ali bin Abi Thalib ra. untuk mengembalikan kunci Ka’bah kepada Utsman bin Thalhah. Kemudian turunlah ayat di atas yang akan dibaca terus hingga Hari Kiamat nanti (Tafsir Ibnu Katsir, I/516).</p>
<p>Hakikat Keadilan<br />
Keadilan dan Islam adalah satu-kesatuan. Karena itu, tidak aneh jika para ulama mendefiniskan keadilan (al-’adl) sebagai sesuatu yang tak mungkin terpisah dari Islam. Menurut Imam Ibnu Taimiyah, keadilan adalah apa saja yang ditunjukkan oleh al-Kitab dan as-Sunnah (Kullu ma dalla ‘alayhi al-kitab wa as-sunnah), baik dalam hukum-hukum hudud maupun hukum-hukum yang lainnya (Ibnu Taimiyah, As-Siyasah as-Syar’iyah, hlm. 15). Menurut Imam al-Qurthubi, keadilan adalah setiap-tiap apa saja yang diwajibkan baik berupa akidah Islam maupun hukum-hukum Islam (Kullu syayyin mafrudhin min ‘aqa’id wa ahkam). (Al-Qurthubi, Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an, X/165). Berdasarkan pendapat-pendapat seperti ini, keadilan dapat didefinisikan secara ringkas, yaitu berpegang teguh dengan Islam (al-iltizam bil-Islam) (M. Ahmad Abdul Ghani, Mafhum al-‘Adalah al-Ijtima’iyah fi Dhaw` al-Fikr al-Islami Al-Mu’ashir, I/75).</p>
<p>Apabila keadilan Islam itu diimplementasikan dalam masyarakat, implikasinya adalah akan terwujud suatu cara pandang dan cara perlakuan yang sama terhadap individu-individu masyarakat. Artinya, semua individu anggota masyarakat akan diperlakukan secara sama tanpa ada diskriminasi dan tanpa pengurangan atau pengunggulan hak yang satu atas yang lainnya. Inilah keadilan hakiki yang akan terwujud sebagai implikasi penerapan syariah Islam dalam masyarakat (Hamad Fahmi Thabib, Hatmiyah Inhidam ar-Ra’sumaliyah al-Gharbiyah, hlm. 191).</p>
<p>Fakta Historis Keadilan Hukum<br />
Tak sedikit tinta emas menggoreskan catatan sejarah yang membuktikan terwujudnya keadilan di tengah masyarakat Islam. Di antaranya adalah kisah sengketa baju besi Khalifah Ali bin Thalib ra. dengan seorang laki-laki Yahudi. Diriwayatkan oleh Imam al-Hakim, bahwa baju besi Ali ra. hilang pada Perang Jamal. Ali ra. ternyata mendapati baju besinya di tangan seorang laki-laki Yahudi. Khalifah Ali ra. dan orang Yahudi lalu mengajukan perkara itu kepada hakim bernama Syuraih. Ali ra. mengajukan saksi seorang bekas budaknya dan Hasan, anaknya. Syuraih berkata, “Kesaksian bekas budakmu saya terima, tetapi kesaksian Hasan saya tolak.” Ali ra. berkata, “Apakah kamu tidak pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda bahwa Hasan dan Husain adalah penghulu para pemuda penghuni surga?” Syuraih tetap menolak kesaksian Hasan, dan memenangkan si Yahudi. Syuraih lalu berkata kepada orang Yahudi itu,”Ambillah baju besi itu.” Namun, Yahudi itu lalu berkata, “Amirul Mukminin bersengketa denganku, lalu datang kepada hakim kaum Muslim, kemudian hakim memenangkan aku dan Amirul Mukminin menerima keputusan itu. Demi Allah, Andalah yang benar, wahai Amirul Mukminin. Ini memang baju besi Anda. Baju besi itu jatuh dari unta Anda lalu aku ambil. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang patut disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah rasul Allah.” Ali ra. berkata,”Karena Anda sudah masuk Islam, kuberikan baju besi itu untukmu.” (Al-Kandahlawi, Hayah Ash-Shahabah, 1/146). </p>
<p>Kisah ini menunjukkan bahwa keadilan telah ditegakkan, walau yang bersengketa adalah seorang kepala negara dengan rakyat biasa yang non-Muslim. Hukum syariah memang tidak membenarkan kesaksian seorang anak untuk bapaknya. Inilah prinsip syariah yang dipegang teguh oleh hakim Syuraih ketika mengadili perkara tersebut (Ahmad Da’ur, Ahkam Al-Bayyinat, hlm. 23).</p>
<p>Keadilan Islam yang hebat dan mengagumkan juga pernah tercatat saat peristiwa penaklukan Kota Samarqand, di negeri Khurasan, Asia Tengah, sebagaimana dikisahkan oleh Imam Thabari dalam Tarikh al-Umam wa al-Muluk (VIII/138). Syahdan, setelah kota ditaklukkan pasukan kaum Muslim, penduduk Samarqand yang non-Muslim itu mengadu kepada hakim bahwa para pasukan telah menyalahi hukum Islam. Sebab, menurut pengetahuan mereka, Islam mengajarkan bahwa penaklukan harus diawali dulu dengan dakwah kepada penduduk untuk masuk Islam. Lalu jika mereka tak mau masuk Islam, mereka diminta membayar jizyah. Jika mereka tetap tak mau membayar jizyah, barulah pasukan Islam boleh memerangi mereka. </p>
<p>Penduduk Samarqand memprotes kepada hakim karena pasukan Islam ternyata menaklukkan Samarqand tanpa diawali dakwah dan tawaran jizyah. Yang menakjubkan, hakim pun akhirnya memutuskan bahwa penaklukan Samarqand tidak sah. Hakim lalu memerintahkan pasukan Islam keluar dari Kota Samarqand dan mengulangi lagi proses penaklukan dengan menyampaikan dakwah dan tawaran jizyah lebih dulu. Demi mendengar vonis hakim yang adil ini, penduduk Samarqand berkata, “Kalau begitu, silakan pasukan Islam tetap di dalam kota dan kami masuk Islam.” (Hamad Fahmi Thabib, Hatmiyah Inhidam ar-Ra’sumaliyah Al-Gharbiyah, hlm. 226).</p>
<p>Kisah ini juga menunjukkan keadilan Islam yang luar biasa. Hakim tetap berpegang teguh dengan hukum Islam, walaupun yang mengadukan perkara adalah non-Muslim. Hakim tidak lantas memenangkan pasukan Islam yang sudah telanjur menaklukkan Kota Samarqand. Itu tak lain karena hakim memang berpegang teguh dengan sabda Rasulullah saw., bahwa pasukan Islam hanya boleh memerangi setelah melakukan lebih dulu aktivitas dakwah untuk masuk Islam dan memberi tawaran membayar jizyah.</p>
<p>Penaklukan yang adil semacam itulah yang sebelumnya pernah terjadi di Wadi Urdun saat pasukan Islam pimpinan Abu Ubaidah ra. menaklukkanya. Daerah itu dulunya bekas wilayah Kerajaan Romawi. Ketika Abu Ubaidah sampai ke daerah Fahl, penduduknya yang Nasrani menulis surat yang bunyinya, “Wahai kaum Muslim, kalian lebih kami cintai daripada Romawi, meski agama mereka sama dengan kami. Kalian lebih menepati janji kepada kami, lebih lembut kepada kami, dan menghentikan kezaliman atas kami. Kalian lebih baik dalam mengurusi kami. Romawi hanya ingin mendominasi segala urusan kami dan menguasai rumah-rumah kami.” (Hamad Fahmi Thabib, Hatmiyah Inhidam Ar-Ra’sumaliyah al-Gharbiyah, hlm. 228). </p>
<p>Kisah ini tak hanya ditulis oleh ulama Muslim seperti dalam kitab Futuh al-Buldan, karya Imam Al-Baladzuri (hlm 139), tetapi juga dikutip oleh para penulis non-Muslim, seperti Thomas W. Arnold dalam bukunya Fath al-Arab Bilad asy-Syam wa Filisthin. Dalam bukunya ini Thomas W. Arnold mengutip banyak kisah yang menunjukkan bagaimana kaum Muslim berpegang teguh dengan Islam dan bagaimana bagusnya interaksi kaum Muslim dengan non-Muslim di negeri-negeri taklukan.</p>
<p>Inilah keadilan hakiki yang berhasil diwujudkan Islam. Keadilan seperti inilah yang dulu pernah diwujudkan negara Khilafah tatkala menerapkan syariah Islam di tengah masyarakat. Keadilan yang didambakan tak hanya oleh umat Islam, namun bahkan oleh orang-orang non-Muslim sekalipun.</p>
<p>Hal itu tentu saja sangat bertolak belakang dengan situasi umat Islam sekarang, terutama setelah hancurnya Khilafah di Turki pada 3 Maret 1924. Sejak saat itu syariah Islam tak lagi mempunyai institusi yang melindungi dan menerapkannya. Hukum yang diterapkan bukan lagi syariah Islam, melainkan hukum yang dibuat oleh manusia itu sendiri. Ini terjadi tiada lain karena sistem demokrasi telah merampas hak membuat hukum yang semula milik Allah SWT, menjadi milik manusia yang lemah dan serba terbatas. Akibatnya, sangat mengerikan, yaitu manusia jauh dari hukum Allah, dan dengan sendirinya jauh dari keadilan. Keadilan pun tak akan pernah ada; kecuali keadilan semu yang palsu dan menipu. </p>
<p>Akibatnya, yang merajalela bukanlah keadilan, melainkan kezaliman yang dipaksakan dan dilegitimasi atas nama sistem demokrasi yang kufur. Sampai kapankah umat Islam masih mau ditindas oleh sistem demokrasi yang kufur ini? </p>
<p>Daftar Bacaan<br />
1. Abdul Ghani, Muhammad Ahmad, Mafhum Al-‘Adalah al-Ijtima’iyah fi Dhaw’ al-Fikr al-Islami al-Mu’ashir, (t.tp. : tp.), 2004.<br />
2. Al-Balawi, Salamah Muhammad Al-Harfi, Al-Qadha’ fi ad-Dawlah al-Islamiyah Tarikhuhu wa Nuzhumuhu (Riyadh: Darun Nasyr), 1994.<br />
3. Al-Kandahlawi, Hayah ash-Shahabah, (Maktabah Misykah Al-Islamiyah: t.tp), tt.<br />
4. Asy-Syarbaini, Mahmud, Al-Qadha’ fi al-Islam, (Kairo: Al-Hai’ah Al-Mishriyah Al-‘Ammah li Al-Kuttab), 1999.<br />
5. Bahnasy, Ahmad Fathi, Nazhariyah al-Itsbat fi al-Fiqh al-Jina’i al-Islami (Kairo: Dar Al-Syuruq), 1989.<br />
6. Thabib, Hamad Fahmi, Hatmiyah Inhidam al-Ra’sumaliyah Al-Gharbiyah (t.tp : tp.), 2004.<br />
7. Washil, Nashr Farid Muhammad, Asy-Sulthah al-Qadha’iyah wa Nizham al-Qadha’ fi Al-Islam (Kairo: Maktabah Taufiqiyah), 1403 H.</p>
<p>Sudah saatnya menyatukan hati, pikiran, dan langkah untuk mengganti sistem yang ada dan mewujudkan kehidupan yang lebih baik dan diridhai Allah swt. Itulah kehidupan dalam naungan khilafah Islam!<br />
Ikuti rangkaian kegiatan kami di berbagai kota besar di Indonesia :<br />
Forum Dialog Terbuka, Forum Ulama, Forum Pengusaha, Forum Intelektual, Forum Mahasiswa, Training, Workshop, Kajian dan Diskusi, video dan radio streaming, dll<br />
DIALOG ONLINE<br />
Facebook:Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah<br />
Twitter: @ismailyusanto<br />
website: www.hizbut-tahrir.or.id</p>
<p>Jadwal BALI &amp; JAWA TIMUR<br />
GOR Delta SIDOARJO Ahad, 26 Juni 2011<br />
Rif’an : 03181455255</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fajarpembebasan.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fajarpembebasan.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fajarpembebasan.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fajarpembebasan.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fajarpembebasan.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fajarpembebasan.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fajarpembebasan.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fajarpembebasan.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fajarpembebasan.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fajarpembebasan.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fajarpembebasan.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fajarpembebasan.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fajarpembebasan.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fajarpembebasan.wordpress.com/353/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajarpembebasan.wordpress.com&amp;blog=5304991&amp;post=353&amp;subd=fajarpembebasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/06/11/seri-kr-32-hukum-dan-peradilan-islam-menjamin-keadilan-dan-ketegasan-hukum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1d21ba25445146cf01e80c42c16e67f8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fajarpembebasan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/06/248701_1621431350546_1679321626_1089537_4493906_n2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">248701_1621431350546_1679321626_1089537_4493906_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SERI KR32 : POLUGRI Khilafah: Menyebarluaskan Kebaikan dan Menyatukan Dunia</title>
		<link>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/06/11/seri-kr32-polugri-khilafah-menyebarluaskan-kebaikan-dan-menyatukan-dunia/</link>
		<comments>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/06/11/seri-kr32-polugri-khilafah-menyebarluaskan-kebaikan-dan-menyatukan-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jun 2011 18:56:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fajarpembebasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fajarpembebasan.wordpress.com/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[[Budi Mulyana, S.IP., M.SI] Akidah Islam: Asas Negara Khilafah Politik luar negeri (Polugri) adalah mercusuar suatu negara. Peradaban emas Khilafah terpancar dan menjadi buah bibir masyarakat dunia melalui politik luar negeri yang luar biasa. Tentu politik luar negeri Khilafah tidaklah berdiri sendiri. Ia adalah bagian dari keseluruhan akidah dan syariah Islam dalam institusi Khilafah Islam. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajarpembebasan.wordpress.com&amp;blog=5304991&amp;post=351&amp;subd=fajarpembebasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/06/248701_1621431350546_1679321626_1089537_4493906_n2.jpg"><img src="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/06/248701_1621431350546_1679321626_1089537_4493906_n2.jpg?w=497&#038;h=493" alt="" title="248701_1621431350546_1679321626_1089537_4493906_n" width="497" height="493" class="alignleft size-full wp-image-330" /></a></p>
<p>[Budi Mulyana, S.IP., M.SI]<br />
Akidah Islam: Asas Negara Khilafah<br />
Politik luar negeri (Polugri) adalah mercusuar suatu negara. Peradaban emas Khilafah terpancar dan menjadi buah bibir masyarakat dunia melalui politik luar negeri yang luar biasa. Tentu politik luar negeri Khilafah tidaklah berdiri sendiri. Ia adalah bagian dari keseluruhan akidah dan syariah Islam dalam institusi Khilafah Islam.</p>
<p>Dalam Negara Khilafah, akidah Islam adalah asas bagi seluruh bentuk hubungan yang dijalankan oleh kaum Muslim; menjadi pandangan hidup yang khas; menjadi asas dalam menyingkirkan kelaliman dan menyelesaikan perselisihan; menjadi asas dalam kegiatan ekonomi dan perdagangan; menjadi asas bagi aktivitas dan kurikulum pendidikan; menjadi asas dalam membangun kekuatan militer; juga menjadi asas dalam politik dalam dan luar negeri.<br />
<span id="more-351"></span><br />
Prinsip Polugri Islam: Mendakwahkan Islam ke Seluruh Penjuru Dunia<br />
Akidah Islam mengharuskan Negara Khilafah untuk menyebarluaskan risalah Islam ke seluruh penjuru dunia. Dakwah Islam oleh Khilafah menjadi asas negara dalam membangun hubungannya dengan negara-negara lain; dalam bidang politik, ekonomi, budaya dan sebagainya. Perkara inilah yang telah dilakukan oleh Rasulullah saw. sejak membangun Negara Islam di Madinah. Rasulullah saw. telah menjadikan hubungan beliau dengan seluruh darul kufur, seperti Quraish atau kabilah-kabilah lainnya, berdasarkan prinsip mengemban dakwah, baik dalam hubungan peperangan dan perdamaian (war and peace), gencatan senjata, pertetanggaan (neighbourship), perdagangan ataupun yang lainnya. </p>
<p>Perkara ini pula yang diikuti oleh para khalifah sebagai kepala Negara Islam selama berabad-abad hingga risalah Islam dan penaklukan Islam (futuhat) mencapai negeri-negeri yang sangat jauh dan luas; mulai dari jazirah Arab sampai ke Parsia, Syam, Mesir, Afrika Utara dan kawasan Asia Tengah. Dakwah Islam juga masuk ke jantung Eropa, sebagian wilayah Prancis, sampai menyentuh gerbang Vienna (Austria). Ke arah timur, dakwah Islam pun sampai ke Nusantara.<br />
Prinsip ini didasarkan pada firman Allah SWT: “Kami tidak mengutus kamu (Muhammad) melainkan kepada seluruh umat manusia, sebagai pembawa berita dan pemberi peringatan” (QS Saba’ [34]: 28).</p>
<p>Inilah yang menunjukkan bahwa prinsip politik luar negeri Negara Islam adalah mengemban dakwah Islam sehingga Islam tersebar luas ke seluruh dunia.</p>
<p>Metode Agung Polugri Islam: Jihad<br />
Politik luar negeri negara khilafah tegak berdasarkan pemikiran (fikrah) yang tetap dan tidak berubah, yakni menyebarkan Islam ke seluruh dunia; dilaksanakan dengan metode (tharîqah) yang tetap dan tidak berubah, yakni jihad (lihat, ad-Dawlah al-Islâmiyyah, bab as-Siyâsah al-Khârijiyyah, hal. 147-152, min mansyurat Hizbut Tahrir, cet. vii (muktamadah). 2002). Metode ini dijalankan sejak Rasulullah saw. mendirikan Negara Islam di Madinah sampai keruntuhan Khilafah Islam Turki Utsmani tahun 1924.</p>
<p>Saat Rasulullah saw. di Madinah, beliau menyiapkan tentara dan menyiapkan jihad untuk menghilangkan berbagai bentuk halangan fisik yang mengganggu dakwah Islam. Rasulullah saw. berhasil menyingkirkan hambatan fisik dari institusi pemerintahan mulai dari kaum kafir Quraisy dan kabilah-kabilah lain di Jazirah Arab hingga menyebar luas ke seluruh penjuru dunia. </p>
<p>Dengan menyingkirkan para penguasa lalim dan institusi pemerintahan yang menghalangi dakwah, Islam dapat sampai ke rakyat secara terbuka. Mereka juga melihat dan merasakan keadilan Islam secara langsung, merasa tenteram dan nyaman hidup di bawah kekuasaan Islam. Rakyat diajak memeluk Islam dengan cara sebaik-baiknya, tanpa paksaan dan tekanan. Dengan penerapan hukum Islam inilah, berjuta-juta manusia di dunia tertarik dan memeluk agama Islam. Inilah yang digambarkan dalam hadis Rasulullah saw. melalui Buraidah r.a, yang berkata:</p>
<p>Rasulullah saw., apabila memerintahkan komandan perangnya (berperang), beliau menasihati dia supaya bertakwa kepada Allah dan semoga kaum Muslim yang turut bersama dia dalam keadaan baik, kemudian bersabda, “Jika engkau berjumpa dengan kaum musyrik berikanlah kepada mereka tiga pilihan atau kesempatan: Jika mereka menyambut, terimalah, dan cukuplah atas apa yang mereka lakukan (yaitu) serulah mereka kepada Islam; jika mereka menyambutnya maka terimalah dan cukuplah dari yang mereka utarakan; kemudian serulah mereka supaya berpindah ke negeri Muhajirin. Jika mereka menolak pindah, beritahukan bahwa kedudukan mereka seperti orang-orang Arab Muslim yang berlaku juga hukum Allah sebagaimana terhadap orang-orang Mukmin. Mereka tidak memperoleh ghanimah dan fa’i kecuali turut serta berjihad dengan kaum muslimin. Namun, jika mereka menolak (pilihan pertama) ini maka pungutlah jizyah. Jika mereka menyambutnya, terimalah dan cukuplah dari yang mereka utarakan. Akan tetapi, jika mereka menolak juga (pilihan kedua), maka mintalah pertolongan kepada Allah dan perangilah mereka.” (HR Muslim)</p>
<p>Ditegaskan pula dalam hadis Rasulullah saw., sebagaimana dituturkan Ibnu Abbas ra.: “Rasulullah saw. tidak pernah sekalipun memerangi suatu kaum, kecuali setelah beliau menyampaikan dakwah kepada mereka.”</p>
<p>Peperangan merupakan alternatif terakhir. Rasulullah saw. senantiasa mengirim utusan terlebih dulu, mengajak mereka masuk Islam, berdialog untuk membuktikan kebatilan ajaran mereka. Bahkan Rasulullah telah memilih jalan damai, meskipun di situ terdapat peluang besar untuk melanjutkan peperangan. Pada saat kaum Muslim berhasil membuka Kota Makkah dan orang-orang kafir berputus asa, Rasulullah saw. tidak melampiaskan dendam kepada mereka atau membinasakan mereka. Rasulullah bersabda, “Pergilah kalian (kemana saja kalian suka), karena kalian telah bebas.”</p>
<p>Berdasarkan hal di atas perdamaian merupakan pilihan pertama dari hubungan internasional antar kaum Muslim (negara Khilafah Islam) dengan negeri-negeri yang lainnya. Jihad fi sabilillah dalam Islam bukanlah untuk menaklukkan manusia, menguras dan mengeksploitasi harta kekayaan negeri lain (imperialism), apalagi memusnahkan sekelompok umat manusia dari muka bumi (genocide). Seruan dan pelaksanaan jihad fi sabilillah dalam Islam adalah dalam rangka mengagungkan kelimat Allah, menyebarluaskan Islam. Jihad ditujukan untuk menyingkirkan kesesatan, kekufuran dan kelaliman di tengah-tengah manusia. Jihad juga ditujukan untuk menyingkirkan berbagai penghalang fisik dan ideologi yang menghalangi manusia untuk mendapat kebenaran. </p>
<p>Keagungan Polugri Khilafah<br />
1. Kehebatan penyebaran Islam.<br />
Dalam waktu sekitar 10 tahun, dakwah Islam yang bermula dari Madinah, dapat tersebar ke seluruh penjuru Semenanjung Arab dan mulai menggedor kekuasaan Romawi di Syam pada Perang Mu’tah. Dalam waktu sekitar 10 tahun, Khilafah Islam mengakhiri imperium Persia dan mengintegrasikannya ke dalam Islam pada tahun 643 M. Keagungan sistem Islam ini secara jujur disampaikan Carleton S, Chairman and Chief Executive Officer, Hewlett-Packard Company, saat mengomentari peradaban Islam dari tahun 800 hingga 1600 (masa Kekhilafahan):</p>
<p>Peradaban Islam merupakan peradaban yang paling besar di dunia. Peradaban Islam sanggup menciptakan sebuah negara adidaya kontinental (continental super state) yang terbentang dari satu samudera ke samudera lain; dari iklim utara hingga tropik dan gurun dengan ratusan juta orang tinggal di dalamnya, dengan perbedaan kepercayaan dan asal suku….Tentaranya merupakan gabungan dari berbagai bangsa yang melindungi perdamaian dan kemakmuran yang belum dikenal sebelumnya (Ceramah tanggal 26 September 2001, dengan judul, “Technology, Business, and Our way of Life: What Next” www. Khilafah com.)</p>
<p>2. Daya integrasi.<br />
Sistem Khilafah berhasil membawa kesejahteraan bagi manusia di seluruh dunia, baik Muslim maupun non-Muslim. Sistem Khilafah juga memainkan peranan penting dalam membawa Islam ke seluruh pelosok dunia lewat dakwah dan jihad; menyatukan Jazirah Arab, Persia, Afrika, sebagian Eropa dan Asia.</p>
<p>Demikian membekas Islam yang dulu disebarkan Daulah Khilafah ke seluruh dunia. Saat ini, meski umat Islam telah kehilangan Khilafah, ideologi Islam masih banyak diemban oleh individu-individu kaum muslimin. Bangsa yang dulunya ditaklukkan lewat peperangan oleh pasukan Khilafah tidak pernah menganggap Islam sebagai penjajah. Bahkan hingga saat ini penduduknya menjadi pejuang-pejuang Islam yang tidak rela tanahnya dijajah oleh kaum kafir. </p>
<p>Penyatuan ini mengakibatkan terjadinya asimilasi bangsa Arab dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dulu mengalami perkembangan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Pada masa pemerintahan Bani Abbas, bangsa-bangsa non-Arab banyak yang masuk Islam. Bangsa-bangsa itu memberikan saham tertentu dalam perkembangan ilmu pengetahuan dalam Islam. Pengaruh Persia, sebagaimana sudah disebutkan, sangat kuat di bidang administrasi pemerintahan, perkembangan ilmu dan sastra. Pengaruh India terlihat dalam bidang kedokteran, ilmu matematika dan astronomi. Pengaruh Yunani masuk melalui terjemahan-terjemahan dalam banyak bidang ilmu. </p>
<p>3. Menaungi pihak yang lemah.<br />
Sebagai egara adidaya, Khilafah tidak melakukan hegemoni buruk dan tindakan unilateral yang merugikan. Justru Khilafah adalah egara besar yang menjadi tempat bernaung egara-negara yang lemah dan dilalimi egara musuhnya. Kesultanan Aceh yang sedang berperang melawan Portugis, misalnya, dibantu oleh Khilafah Islam dengan bantuan pasukan. Pasukan Khilafah Turki Utsmani tiba di Aceh (1566-1577) termasuk para ahli senjata api, penembak dan para teknisi untuk mengamankan wilayah Syamatiirah (Sumatera) dari Portugis. Dengan bantuan ini Aceh menyerang Portugis di Malaka.</p>
<p>Saat di Amerika berkecamuk perang antara Pemerintah Federal Amerika yang baru berdiri dengan Inggris pada abad ke-18, Khilafah Islam memberikan bantuan pangan terhadap rakyat Amerika Serikat yang dilanda kelaparan pasca perang. Surat ucapan terima kasih resmi pemerintah AS tersimpan rapi di Museum Aya Sofia Turki. Di Aya Sofia juga dipamerkan surat-surat Khalifah (“Usmans Fermans”) yang menunjukkan kehebatan Khilafah Utsmani dalam memberikan jaminan, perlindungan dan kemakmuran kepada warganya maupun kepada orang asing pencari suaka, tanpa pandang agama mereka. Yang tertua adalah surat sertifikat tanah yang diberikan tahun 925 H (1519 M) kepada para pengungsi Yahudi yang lari dari kekejaman Inquisisi Spanyol pasca jatuhnya pemerintahan Islam di Andalusia. Lalu surat jaminan perlindungan kepada Raja Swedia yang diusir tentara Rusia dan mencari eksil ke Khalifah, 30 Jumadil Awal 1121 H (7 Agustus 1709). Ada juga surat tertanggal 13 Rabiul Akhir 1282 H (5 September 1865 M) yang memberikan izin dan ongkos kepada 30 keluarga Yunani yang telah beremigrasi ke Rusia namun ingin kembali ke wilayah Khilafah, karena di Rusia mereka justru tidak sejahtera. Yang paling mutakhir adalah peraturan bebas cukai atas barang bawaan orang-orang Rusia yang mencari eksil ke wilayah Utsmani pasca Revolusi Bolschewik, tertanggal 25 Desember 1920. Wallahualam. []</p>
<p>Sudah saatnya menyatukan hati, pikiran, dan langkah untuk mengganti sistem yang ada dan mewujudkan kehidupan yang lebih baik dan diridhai Allah swt. Itulah kehidupan dalam naungan khilafah Islam!<br />
Ikuti rangkaian kegiatan kami di berbagai kota besar di Indonesia :<br />
Forum Dialog Terbuka, Forum Ulama, Forum Pengusaha, Forum Intelektual, Forum Mahasiswa, Training, Workshop, Kajian dan Diskusi, video dan radio streaming, dll<br />
DIALOG ONLINE<br />
Facebook:Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah<br />
Twitter: @ismailyusanto<br />
website: www.hizbut-tahrir.or.id</p>
<p>Jadwal BALI &amp; JAWA TIMUR<br />
GOR Delta SIDOARJO Ahad, 26 Juni 2011<br />
Rif’an : 03181455255</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fajarpembebasan.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fajarpembebasan.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fajarpembebasan.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fajarpembebasan.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fajarpembebasan.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fajarpembebasan.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fajarpembebasan.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fajarpembebasan.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fajarpembebasan.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fajarpembebasan.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fajarpembebasan.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fajarpembebasan.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fajarpembebasan.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fajarpembebasan.wordpress.com/351/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajarpembebasan.wordpress.com&amp;blog=5304991&amp;post=351&amp;subd=fajarpembebasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajarpembebasan.wordpress.com/2011/06/11/seri-kr32-polugri-khilafah-menyebarluaskan-kebaikan-dan-menyatukan-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1d21ba25445146cf01e80c42c16e67f8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fajarpembebasan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fajarpembebasan.files.wordpress.com/2011/06/248701_1621431350546_1679321626_1089537_4493906_n2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">248701_1621431350546_1679321626_1089537_4493906_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
